Isi Kitab Ulangan Mengenai Perjanjian


musa

  1. Ulangan menyediakan bagi angkatan Israel yang baru (yang sebentar lagi akan masuk Kanaan) landasan dan motivasi yang diperlukan untuk mewarisi tanah yang dijanjikan dengan memusatkan perhatian kepada tabiat Allah dan perjanjian-Nya dengan Israel.
  2. Ulangan merupakan “Kitab Hukum Kedua” karena di dalamnya Musa, pemimpin Israel yang berusia 120 tahun, menyatakan kembali dan merangkum (dalam bentuk khotbah) sabda Tuhan yang terdapat di dalam keempat kitab sebelumnya.
  3. Ulangan merupakan “Kitab Kenangan.” Nasihat yang khas dari Ulangan ialah, “Ingatlah … dan Jangan Melupakan.” Daripada mengemukakan usaha untuk mencari “kebenaran baru,”
  4. Ulangan menasihati Israel untuk mempertahankan dan menaati kebenaran yang sudah dinyatakan Allah sebelumnya dalam Firman-Nya yang mutlak dan tidak berubah. Karena penekanan yang penting dalam kitab ini adalah Iman dan Ketaatan. Israel dipanggil untuk mempercayai Allah dengan segenap jiwa raga dan menaati perintah-perintahNya dengan tekun. Iman serta Ketaatan akan memungkinkan mereka mewarisi janji-janji berkat Allah yang penuh; ketiadaan Iman dan Ketaatan, pada pihak lain, akan mengakibatkan kegagalan dan hukuman bagi bangsa Israel itu sendiri..

Selain disebut sebagai kitab Pengulangan Perjanjian antara Allah dan bangsa Israel, kitab ini juga berisi tentang amanat perpisahan Musa dengann bangsa Israel yang didalamnya ia mengulas kembali dannmemperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraan di padang gurun dan siap masuk ke Kanaan. Sebagian besar angkatan ini tidak mengingat Paskah yang pertama, penyeberangan Laut Merah, atau pemberian Hukum di Gunung Sinai.  Mereka memerlukan pengisahan kembali yang

bersemangat mengenai perjanjian, hukum Taurat, dan kesetiaan Allah, dan suatu pernyataan

baru mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan. Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan “angkatan keluaran” bangsa Israel yang suka memberontak selama 39 tahun, kitab Ulangan meliputi masa yang pendek

MENTORING


MentorMentoring adalah : Pembimbing, Penasehat, Pengajar, Pelatih, dll.

Asal mula istilah mentoring berasal dari sebuah kisahyang berjudul  “The Odyssey” yang di tulis oleh Homer yang merupakan seorang Sastrawan Yunani. Ketika itu raja Odysseus, raja kerajaan Iticha bersiap untuk berperang dalam peperangan Trojan, dan ia menyadari dan bahwa ia akan meninggalkan satu-satunya ahli waris kerajaan yakni puteranya sendiri yang bernama Telemachus. Maka atas pergumulanya tersebut ia memutuskan untuk mempekerjakan seorang kerabat keluarganya yang dapat di percayaai untuk melatih, mengajari, membimbing anaknya Telemachus untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang cakap dan handal seperti dirinya ketika menjadi raja kelak menggatikan dirinya dan orang yang menjadi pembimbing anaknya tersebut bernama MENTOR.

Di kemudian hari muncullah kata “Mentoring” yang pengertian dan fungsinya menjadi meluas, dan kata mentoringpun pada akhirnya menjadi sebuah kata yang banyak di pakai dalam dunia usaha atau bisnis (Marketplace) sebagai upaya yang di lakukan seseorang untuk membimbing orang lain (Protegel/Mentee = orang yang sedang di mentor) untuk memiliki kapasitas yang maksimal dalam potensi atau keahlian yang di milikinya.

Jadi menurut saya mentoring adalah suatu proses pemuridan yang terjadi antara seseorang yang sedang di mentor maupun yang yang sedang mementor dengan tujuan untuk memaksimalkan keduanya dalam suatu tujuan yang mulia, menghasilkan potensi baru bagi yang sedang di mentor maupun yang mementor.

Bersambung,…………………….

Berbuah Banyak Edisi III ( Memuliakan Bapa sebagai Murid-Murid Kristus )


“ Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Yohanes 15:8

Ada sesuatu yang unik yang perlu kita pelajari dari ayat diatas: kalau Allah Bapa akan di permuliakan yaitu jika kita semuanya berbuah banyak. Berbuah banyak seperti apakah  yang Bapa kehendaki?, dan apakah pernah terbersit di fikiran kita akan hal tersebut ketika kita membaca ayat Firman Tuhan di atas? Menurut yang saya pelajari  adalah Allah Bapa akan sangat senng sekali ketika di lihatNya anak-anakNya Berbuah apalagi harus berbuah banyak. Nah, berbuah banyak seperti apakah yang di kehendaki Bapa? Saya yakin dan sangat percaya sekali bahwa yang di maksud dengan berbuah banyak adalah ketika hidup kita sepadan/sejalan dengan FirmanNya artinya bahwa hidup kita tetap berpegangan pada karakter Kristus, contoh kecilnya adalah ketika hidup kita menjadi teladan, menjadi inspirator, menjadi berkat, menjadi sesuatu yang berguna bagi orang lain, serta  menjadi bapak atas generasi  di bawah kita.

Ketika hidup kita ini sebagai cerminan karakter Kristus itu hidup dan nyata dalam kehidupan sehari-hari, maka yang terjadi adalah akan banyak orang-orang yang akan terinspirasi oleh hidup kita, dan secara tidak langsung kita semua akan membawa sebanyak mungkin orang-orang kepada Kristus. Apalagi saya terlalu percaya bahwa yang lebih detail tentang berbuah banyak adalah ketika kita sebagi murid Kristus menghasilkan murid, tidak cukup hanya menghasilkan murid yang sedikit namun menghasilkan murid yang banyak, untuk mengubah masing-masing keluarga, mengubah hati bapa-bapa kepada anak-anak, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya, mengubah gereja, mengubah kota, mengubah kbangsa, mengubah dunia, itulah yang di katakana berbuah banyak, murid menghasilkan murid, singa melahirkan singa. Jangan seperti tikus melahirkan tikus karena kalau tikus melahirkan tikus yang terjadi adalah adalah kita akan menjadi hama bagi banyak orang, jadi celaka bagi bgi banyak orang, jadi berbuah banyaklah dan jadilah murid-murid Kristus yang tidak hanya cukup karakter yang tampil beda, tetapi mneghasilkan banyak murid, mari mulai menjadi bapak atas dunia ini, saya merasa kalau kita telah melakukan hal yang di atas maka yang terjadi adalah Bapa akan di permuliakan melalui hidup kita, dengan demikian kitalah yang di sebut murid-murid Kristus yang membawa perubahan bagi banyak orang dan juga membawa perubahan bagi bangsa kita yakni bangsa Indonesia.

Saya hanya mengingatkan kalau kita sebagai  gerejaNya Tuhan, sebagai ranting-rantingNya Tuhan, sebagai murid-muridNya Tuhan, kalau kita tidak mau untuk di bersihkan, tidak mau tetap tinggal pada pohon, dapat di pastikan kehidupan kita tidak akan berbuah banyak dan saya dapat pastikan dan tanpa ragu-ragu kita pasti di pangkas, di buang, di bakar, dan akhirnya mati, dan kita tidak layak untuk disebutkan sebagai murid-murid Kristus. Awal kematian generasi adalah ketika tidak didapatinya murid-murid Kristus berbuah, tidak didapati oleh dunia contoh teladan hidup. Saya mengajak semua kita untuk berbuah banyak, raih kesempatan yang ada jangan suam-suam kuku, merasa minder, ayo bangkit, mari kita bakar kayu-kayu kering yang di luar Kristus (saya mengartikan kayu kering adalah orang-orang yang di luar Kristus), sembuhkan hati yang luka, sembuhkan sakit penyakit, bawa generasi kita kepada Kristus, mari bakar, putuskan dan putuskan!!

Menurut saya kalau kita tidak berbuah apalagi tidak  berbuah banyak yang terjadi adalah setanlah yang berbuah atas generasi ini, saya mengajak jangan sampai iblis yang akan berbuah apalagi sampai memetik buahnya, habislah kita. Mari putuskan siapakah yang harus berbuah, ibliskah atau kita sebagai murid-murid Kristus, mari lakukan, jangan takut, marilah, putuskanlah, dan lakukanlah maka kita akan memetik buah-buahNya, muliakan Bapa sebagai murid Kristus. Saya tidak cukup banyak waktu untuk menuliskannya, nantikan tulisan saya mengenai hal ini di tulisan saya yang berikutnya. Terima kasih dan Tuhan Yesus Memberkati, Amin.

Berbuah Banyak Edisi II (Tinggal Pada Pohon)


“ Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. ” Yohanes 15 :5

Shallom,.Dari  tulisan saya sebelumnya, kita telah mempelajari mengenai  berbuah banyak. Bahwa setiap kita yang di katakan sebagai anak-anak Kristus adalah wajib untuk berbuah,  tidak cukup hanya berbuah saja karena berbuah saja mungkin bisa saja akan timbul suatu pertanyaan besar : berbuah sedikit ataukah berbuah banyak? Nah, posisi kita ada dimana? Berbuah sedikit kah? Atau berbuah banyak kah?  Dari perikop minggu sebelumnya juga di beritahukan bahwa kalau kita sebagai ranting-rantingNya Tuhan sudah berbuah, tentunya ranting-ranting tersebut harus siap untuk di bersihkan, tujuannya sangat sederhana sekali yaitu supaya ranting tersebut menghasilkan buah yang lebat atau banyak, karena tidak cukup hanyabersbuah saja. Namun apabila ranting itu tidak layak untuk di bersihkan maka hal yang pertama sekali  yang terjadi adalah ranting- ranting tersebut akan di potong, tidak cukup hanya di potong, ranting tersebut akan di buang, lalu di pungut orang banyak, di jemur kemudian di keringkan serta yang terjadi adalah ranting-ranting terseut yang telah di kumpulkan kemudian di bakar. Karena itu setiap kita harus bersediah di bersihkan, karena kalau tidak kita akan seperti ranting-ranting kering yang siap untuk di  bakar,  yang kalau di bakar orang lain dengan amarah, iri hati, pahit hati dan kita membuahinya maka yang terjadi adalah kita akan terhilang dari Kristus.

Kita semua tidak cukup hanya di bersihkan, dengan kata lain di hina harus sabar, di fitnah meskipun demikian kitapun harus tetap menebarkan kasih, karena itu adalah proses pembersihan agar kita berbuah banyak. Nah, ada hal lain lagi yang perlu kita ketahui yakni bahwa kita sebagi ranting-rantingNya Pohon,  harus tetap menempel di batang pohon karena kalau tidak menempel, maka yang terjadi adalah kita akan cepat di pangkas, cepat kering, dan akhirnya terhilang, barang siap yang menempel pada akar pohon maka ranting tersebut akan berbuah banyak, lalu apakah yang harus kita lakukan? Menempellah dalam hadirat Tuhan setiap saat, caranya sangat sederhana sekali yakni berdoalah setiap saat, jadikan Firman Tuhan sebagai makanan rohani kesukaan bukan Firman keterpaksaan/mengesampingkan Firman Tuhan dari yang lain, namun jadikanlah Firman Tuhan sebagi Pelita/lampu kehidupan kita yang terus menerus di pimpin oleh Firman Kebenaran Kristus di dalam Roh Kudus setiap  saat, karena kalau tidak, kita tidak bisa beruat apa-apa, hambar, bosan, bette, karena di luar Aku kata Firman Tuhan  kita tidak bisa berbuat apa-apa, jadilah ranting-ranting Kristus yang tetap bersatu dengan Kristus, dan bersedialah untuk di bersihkan, supaya karakter Kristus tetap melekat di dalam kita, dan tanpa di sadari pasti akan berbuah banyak, manis dan dapat di rasakan oleh semua orang, selamat berubah dan berbuah banyak!!

Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Berbuah Banyak Edisi I ( Bersedia di bersihkan)


Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. – Yohanes 15:2-

Setiap dari kita, pasti menginginkan dalam setiap kehidupannya pasti ingin berbuah, berbuah dalam arti bisa menjadi berkat buat orang lain, berbuah karakter, berbuah jiwa-jiwa,dll. Namun tahukah anda  bahwa setiap sesuatu yang sangat bermakna/ yang sangat penting dalam kehidupan kita, pasti harus ada harga yang harus di bayar mahal? Contoh pertama : ketika anda ingin berbuah karakter,sabar, tetap tenang ketika menghadapi masalah, dll. Bukankah harga yang harus anda bayar adalah makian, caci maki, hinaan, sepelean dari orang lain bahkan tak jarang orang sekitar kita atau orang terdekat kita yang sering melakukan hal  tersebut, lalu apa respon kita terhadap hal tersebut? Dapatkah kita masih tetap tenang, tetap sabar? Contoh kedua : Ketika kita ingin mendapatkan jiwa-jiwa sebanyak mungkin kepada Tuhan, bukankah juga harga yang harus anda bayar adalah sangat mahal? Mungkin orang-orang akan menyepelekan anda, menghina anda, meludahi anda,bahkan mungkin anda harus kehilangan nyawa akan hal itu, bersediakah anda akan hal itu? apakah anda masih mau melakukan hal itu?

Bila kita hanya berkata-kata itu mudah, bahkan sangat mudah seperti membalikan telapak tangan kita dari atas kebawah atau dari bawah keatas, pertanyaan yang sangat ringan adalah: adakah anda  mau, bersedia dengan hati yang tulus dan murni untuk membayar harga yang mahal tersebut? Jawaban ada di tagan anda sendiri, mau berbuah atau tidak  berbuah, kalau ingin berbuah lakukanlah dan bayarlah harga yang mahal itu, yang bersedia di bersihkan, di kikis, hati yang terus menerus di bersihkan, rajin berdoa, membaca alkitab, mengampuni walau sulit harus mengampuni, namun  kita harus mengampuni, bayarlah harganya itu biar kita bisa berbuah banyak dan menjadi berkat bagi banyak orang dan bisa membawa sebanyak orang untuk Kristus bagi kemuliaanNya. Bagi yang tidak mau berbuah, ya tidak usah untuk membayarnya,ya bersedialah untuk di potongNya, namun yang pasti setiap apa yang ita lakukan maupun apa yang tidak kita perbuat selalu ada resiko dan pasti ada resiko yang harus kita tanggung di dalamnya, jadi, pilihan ada di tangan anda sendiri berbuah atau tidak, pesan saya : berbuahlah anda, karena yang berbuah saja harusdi bersihkan apalagi kalau anda tidak berbuah, banyangkanlah,..!! karena dengan anda berbuah apalagi harus berbuah banyak itu tandanya anda adalah murid Kristus itu tandanya anda telah mengerjakan Amanat Agung, terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Mati Pucuk


“ Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya ”

Ibrani 11:12

                Shallom,.Apa kabar semuanya,.Saya berharap semuanya dalam keadaan baik dan dalam hadirat Tuhan. Kali ini kita akan membahas mengenai Mati Pucuk, penegertian mati pucuk memiliki Tiga arti, yang pertama Mati pada Pucuknya Tumbuh-tumbuhan, yang kedua memiliki arti lemah syahwat, dan yang ketiga adalah mati harapan.  Kali ini kita tidak membahas mengenai hal lemah  yang seronok, dan juga kita tidak membahas sebab-akibat maupun penyebab-penyebab mati pucuk, karena kali ini kitatidak membahas terlalu dalam tentang hal itu, karena kali ini kita akan membahas satu tokoh yang bernama Abraham yang kita kenal sebagai Bapa orang beriman,  telah kita ketahui pasti dari Alkitab bahwa Abraham memperoleh keturunan tatkala di usia tua. Ayat di atas menjelaskan tentang Abraham yang telah mati pucuk atau mati harapan.

Ayat di atas menjelaskan bahwa dari satu orang yang telah mati pucuk, mati harapan terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya, di usia yang sangat tua, harapan mulai punah atas Abraham, seolah-olah harapan untuk memperoleh keturunan dari sarah isterinya itu akan kandas, dan mungkin saja ia bisa bergumam di dalam hatinya sampai akhir hidupnya ia tidak akan memiliki keturunan, namun di saat seperti itu, Allah mulai menyatakan janjiNya atas Abraham, disaat-saat tidak ada jalan keluar, di saat-saat hampir-hampir putus harapan disanalah Allah mulai menggenapi janjiNya atas Abraham, dan melalui dari Abraham lah lahirnya bangsa Israel, dan oleh karena kejadian itulah sampai sekarang Abraham dikenal sebagai Bapa orang banyak, atau bapa orang beriman, oleh karena kesetiaan Abraham maka ketika ia hidup, ia hidup dalam janji-janji Allah.

Nah, sekarang kita kaitkan dengan kehidupan kita, adakah kita akhir-akhir ini mengalami mati pucuk dalam kehidupan kita? Mati harapan? Ataukah kita sudah mati akan janji-janji Allah dalam kehidupan kita ini? Tidak percaya lagi akan  janji-janji Allah? Masalah yang tak selesai-selesai dan malahan makin bertambah-tambah? Ada ayat lain yang berkata demikian 2Petrus 3:9. : “ Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat “ . Tuhan tidak pernah lalai dalam menepati janjinya, malahan Ia sabar terhadap kita suapay kita makin mendekat dengan Dia, makin meneganl  Allah, makin seirama dengan Allah kita, dan tentunya kita kita akan di tuntun dalam suatu ketaatan dan kesetiaan akan kehidupan kita akan Dia, dan tak jarang terkadang oleh masalah-masalah yang terjadi dalam hidup akan menuntun kita kepada hal besar rencana Allah yang akan di genapi dalam kehidupan kita.

Tuhan mau supaya hidup kita berfungsi seutuhnya, bukan saja terhadap diri pribadi kita saja tetapi melalui kejadian kehidupan kita ini banyak kepercayaaan besar yang mau Tuhan nyatakan, banyak orang berubah dari cara prilaku hidup kita ketika kita mnyelesaikan masalah –masalah hidup kita. Jadi saya mengajak semua pembaca untuk tetap setia terhadap janji – janji Allah, sekalipun sepertinya tidak ada harapan, mati pucuk, percayalah, bahwa Allah tidak pernah lalai atas janjiNya, Dia mau hidup kita itu berubah dan berbuah dan membuahi banyak orang dengan cita rasa kehidupan yang penuh aroma kehidupan yang telah kita jalani, pesan saya, tetap semangat dan bersemangatlah dan jangan mau mati pucuk, Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Sudah Selesai


“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” Yohanes 19:30

Shallom, sukacita Allah ada bersama kita sepanjang minggu ini, karena sesuatu yang Ilahi pasti kita alami di setiap detiknya, saat-saat yang terbaru hadir didalam hidup kita dalam minggu ini, saya juga percaya bahwa minggu-minggu kedepan adalah hari- hari yang jauh lebih dahsyat, luar biasa, juga pengalaman supranatural yang kita bisa nikmati terus menerus dalam hadirat Tuhan yang begitu indah dalam keintiman bersama Dia Allah kita.Amin.

Hari ini kita belajar lagi ya..Kita belajar tentang ayat di atas kata demi kata “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” yang saya pelajari adalah kata Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, Sesudah melewati siksaan, cercaan, makian, ludahan, pukulan,dan tinjuan hingga berakhir di kayu salib, Yesus melewati anggur(kehidupan) yang asam-asam tersebut, berapa banyak kita di zaman ini melewati kehidupan yang asam-asam seperti apa yang di alami oleh Dia, dan adakah kita yang sanggup menghadapi kehidupan seperti yang dialami Kristus sewaktu Dia hadir dibumi 100% sebagai manusia? Yang mengalami penderitaan yang seharusnya bukan Ia yang tanggung yang mana Yesus harus menanggungnya seperti orang yang terkena kutuk?.

Tuhan Yesus tanggung semuanya, bahkan dengan tegas di akhir hidupNya Ia berkata “Sudah selesai.” dan kemudian Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya, Ia sudah selesai menyelesaikan tugasNya sebagai manusia di bumi dengan sangat sempurna, dan menyerahkan tongkat estapet kehidupan berikutnya di tangan kita, bukan hanya tongkat estapet, tapi kuasa, bahkan Ia mengirimkan Roh KudusNya untuk kita, supaya kita tidak yatim piatu, jadi sangat jelas sekali bagi kita ada contoh teladan hidup yang harus kita teladani dari kehidupanNya.

Dan sangat tidak ada alasan bagi kita sebagai orang peracaya untuk lari dari kehidupan yang asam-asam dan meninggalkanNya, apalagi harus menendang Yesus keluar dari hidup kita, dengan tegas saya katakan bertobatlah!!, Tuhan Yesus telah sempurna menyelesaikan tugasNya dari Bapa, maka kitapun wajib meneyelesaikan tugas kita dengan sempurna, karena sangat tidak ada alasan untuk kita tidak menyelesaikannya, jangan bersungut-sungut, bangun karakter Kristus dalam hidupmu agar kita dapat meneyelsaikan tugas kehidupan kita dengan sempurna,dan ketika di akhir hidup kita dapat berkata sebagaimana Yesus berkata “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” “Sudah selesai.” Lalu saya menundukkan kepala saya dan menyerahkan nyawa saya di hadapan Bapa..Amin…..