Stories


Selalu  ada 1001 alasan untuk menyerah, namun orang” yg berhasil adalah orang” yg tidak memutuskan untuk menyerah. Dia selalu bisa menemukan sebuah alasan untuk tidak  menyerah…

NANCY MATTHEWS EDISON  (1810-1871)

Suatu hari,  seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke  rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, ”  Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari  sekolah.”

Sang  ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”  anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar  dia.”

Tommy  bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia  hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua  ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Tak  banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama  Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah.  Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas  namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai”  diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya  adalah ibunya!

Ya,  Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan  pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi  guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi  orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri   Edison , dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun  membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

JOANNE KATHLEEN ROWLING

Sejak kecil,  Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia  sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa  malu” menunjukan karyanya kepada teman” dan orangtuanya. kebiasaan ini terus  dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian  melambungkan namanya di dunia.

Akan  tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan  yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak  memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami  ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan  perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu  dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry  Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun  1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya,  Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah  mesin ketik manual.

Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah  payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai  penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Diantaranya,  adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne  Rowling. Pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para  penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan  namanya menjadi JK Rowling. Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan  sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.

Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar  biasa meledak dipasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang  menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksedan yang dibayar dengan  harga murah.

STEVE JOBS

Tahun 1976,  bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan  Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan  modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga,  usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual  sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka  cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer  menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer  terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah  konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka,  yaitu Steve Jobs sendiri.

Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami  kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian  ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer  NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal  teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan  tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui  Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan  diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The  Incredibles.

Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan  Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997,  Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan  mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit  dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang  fenomenal yaitu iPod.

Kisah  sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang  instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi  jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

OPRAH  WINFREY

Bermodal  keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di  Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan  kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah  diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?

Lahir di  Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya  mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang  pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh  neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3  tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya  dalam suatu wawancaranya.

Pada  usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara  sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun  Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua  minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah  ayahnya di Nashville . Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi.  Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun  tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang  menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya  terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di  dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes  kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di  bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita  negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut.  Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan  keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi  berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika.  Sungguh luar biasa!

Latar  belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik  hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu  sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia  bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan  segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah  juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara  lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita  ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan  yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah  khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannes burg, Afrika  selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah  menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar  rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2  perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah  Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib.  Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya  mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia  sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

7UP

Tentu kamu  mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di  penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik  untuk kita pelajari tentang arti “pantang menyerah”.

Awal  mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun  sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya  dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan  sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya  menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan  berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.

Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan  membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! Mungkin kita tidak tahu  kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu  akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan  pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal,  buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up,  atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan  hasil.

Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak  datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas  iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!

MARK ZUCKERBERG  (FACEBOOK)

Pernah  mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut,  banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan  bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat  sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster,  berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.

Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan  pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg.   Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang  digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu  buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada  sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan  kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang  lain di kampus bersangkutan.

Pada  sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan  website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk  membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei  1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung.  Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu  menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat  untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak  seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama  tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian  membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark  ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih  menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs  jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster  yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah  Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah  yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi  dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang  sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.

Sejak  kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase  kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi  60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini,  angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang  luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran,  raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki  saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15  miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam  sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Niat  Mark Zuckerberg untuk sekadar’menyatukan’ komunitas kampusnya dalam sebuah  jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru  berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian  melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah  nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik  ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan  kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.

TIADA KETEKUNAN YANG  TIDAK MEMBAWA HASIL…

BILL GATES & PAUL  ALLEN

Kisah Maestro Microsoft Bill Gates  and Paul Allen

William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan  sebutan Bill Gates, lahir di Seatle , Washington pada tanggal 28 Oktober 1955.  Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang  pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua  dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hiking”, bahkan hingga  kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang  ”berpikir”.

Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar  dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah  swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama ” LAKESIDE “.  Pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu  seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar  nantinya menjadi programmer pertama MICROSOFT) sudah menghabiskan semua jam  pelajaran komputer untuk satu tahun.

Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia  masih bersekolah di Lakeside . Dimulai dengan meng”hack” komputer sekolah,  mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan  dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester  sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan  untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka  benar-benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan  kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.

Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah.  Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan  bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu  mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator  pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah,  melengkapi pengalaman Bill Gates.

Musim  gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai  siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama  seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di  Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang  jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah  programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.

Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates,   Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s  First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates.  Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak,  membuat keberadaan software untuk komputer – komputer tersebut sangat  dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.

Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi  perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems).  Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan  pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum  menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat  tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS  untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen  dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna.  Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.

Kisah Bill Gates Meninggalkan Harvard  Demi Mengejar Impian

Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar  pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston .. Gates  mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well  agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan  perangkat lunak.

Pada  suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah  Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan  baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal  PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka  harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus  mengatakan, Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan.

Kami  sadar bahwa revolusi itu bisa terjadi tanpa kami. Setelah kami membaca artikel  itu, tak diragukan lagi dimana kami akan memfokuskan hidup kami.

Kedua sahabat  itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari  program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat  melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka  mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan  di setiap rumah tangga.

Semangat Allen dan Gates tidak percuma. Berawal dari  komputer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan  sekarang bisa Anda lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat jaman  informasi. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di  dunia saat ini.

HIRONOBU  SAKAGUCHI

Hironobu  Sakaguchi (1962) dulu menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan untuk  Square Co., Ltd. Ia adalah pencipta seri permainan Final Fantasy. Pada tahun  1991 ia diberi kehormatan menjabat Wakil Presiden Eksekutif dan tak lama  berselang ditunjuk menjadi Presiden Square USA, Inc. Pada tahun 2001, ia  mendirikan he Mistwalker, yang mulai beroperasi tiga tahun kemudian.

Sakaguchi bersama-sama Masafumi Miyamoto mendirikan  Square pada tahun 1983. Permainan-permainan pertama mereka sangat tidak sukses.  Ia lalu memutuskan untuk menciptakan pekerjaan terakhirnya dalam industri permainan dengan seluruh sisa uang Square, dan menamakannya Final Fantasy.  Permainan ini, di luar perkiraannya sendiri, ternyata melejit, dan ia membatalkan rencana pensiunnya. Ia kemudian memulai kelanjutan permainan ini dan  saat ini telah dibuat Tiga belas permainan Final Fantasy. Setelah enam permainan  pertama dipasarkan, ia lebih berperan sebagai produser eksektuif untuk seri ini  dan juga banyak permainan Square lainnya.

Sakaguchi memiliki karir yang panjang dalam industri  permainan dengan penjualan lebih dari 80 juta unit permainan video di seluruh  dunia. Sakaguchi mengambil lompatan dari permainan ke film saat ia mengambil  peran sebagai sutradara film dalam Final Fantasy: The Spirits Within, sebuah  film animasi yang didasari dari seri permainan terkenalnya Final Fantasy. Akan  tetapi, film ini ternyata gagal dan menjadi salah satu film yang paling merugi  dalam sejarah perfilman, dengan kerugian lebih dari 120 juta USD yang berujung dengan ditutupnya Square Pictures. Sakaguchi lalu diturunkan dari posisi eksekutif Square. Kejadian ini juga mengurangi keuangan Square dan akhirnya  membawa Square bergabung dengan saingannya Enix, menjadi Square Enix. Sakaguchi  lalu mengundurkan diri dari Square dan mendirikan Mistwalker dengan dukungan  finansial dari Microsoft Game Studios.

Pada  tahun 2001, Sakaguchi menjadi orang ketiga yang masuk dalam Academy of   Interactive Arts and Science’ Hall of Fame. Pada bulan Februari 2005 diumumkan  bahwa perusahaan Sakaguchi, Mistwalker, akan bekerja sama dengan Microsoft Game  Studios untuk memproduksi dua permainan role-playing game untuk Xbox 360.

Pelajaran berharga:
Dari awal karier, beliau banyak  mengalami kegagalan, namun beliau tidak pernah menyerah hingga akhirnya  menciptakan seri “Final Fantasy” yang sangat di nantikan kehadirannya, bahkan di  puncak kariernya beliau kembali menghadapi kegagalan melalui proyek  kontroversialnya (Final Fantasy : Spirit Whitin) yang mengakibatkan penurunan  jabatan dan penutupan “Square Pictures” hingga akhirnya pengunduran dirinya dari  Square. Namun itu bukan akhir dari beliau, tapi menjadi loncatan bagi dia untuk kembali bangkit.

Cindy Jacobs – Jenderal Peperangan Rohani

Cindy Jacobs adalah puteri seorang pendeta gereja Southern Baptist. Ia dibesarkan di Texas dengan penghargaan yang tinggi akan hal-hal kerohanian. Ia pertama kali mendengar panggilan Allah pada tahun 1960 ketika berusia 9 tahun, saat menghadiri camp gereja. Ia naik ke sebuah bukit karang di hutan belakang kapel dan berdoa di sana. Ada hal khusus yang Allah inginkan untuk dilakukan oleh Cindy, demikian pesan Allah baginya.

Mimpi-mimpi tentang neraka pun mulai ia alami ketika berusia 12 tahun. Malam demi malam ia terbangun dengan penuh keringat dingin. Ia melihat orang-orang menderita siksaan kekal, dan hal ini mendorongnya memohon pada Allah agar memakai hidupnya untuk memenangkan orang-orang terhilang.

Setelah lulus kuliah, Cindy mengajar musik di sekolah umum. Pada tahun 1973 ia menikah dengan Mike dan hidup sebagai ibu rumah tangga biasa dengan dua anaknya. Di sela kesibukannya Cindy aktif memimpin koor gereja, bermain piano, memimpin ibadah Minggu pagi dan mengajar pemahaman Alkitab di gereja. Walaupun begitu, Cindy selalu merasa bahwa pelayanannya seharusnya menjangkau lebih jauh lagi dari sekedar di rumah dan gereja lokal. Bertahun-tahun telah berlalu, sepertinya Allah telah melupakan perjumpaan mereka di bukit karang di tengah hutan dulu.

Ketika Cindy berusia 30-an tahun, suatu hal aneh tiba-tiba terjadi. Setiap malam pada jam yang sama, Cindy selalu terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Hal itu berlangsung selama 2 minggu, sehingga dia memutuskan bahwa pasti ada alasan mengapa dia bangun pada jam tersebut. Ternyata Allah sedang menunjukkan padanya cara berdoa. Cindy lalu mulai berdoa bagi keluarga dan teman-temannya, disebutkannya nama siapa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu.

Di suatu malam ia terdorong untuk berdoa bagi seorang pendeta di gerejanya. Dia membisikkan suatu doa sederhana, “Tuhan, dia membutuhkan kesembuhan, dan dia merasa kesepian serta ketakutan. Hibur dia Bapa, sembuhkan dia, dan beritahu bahwa dia tidak sendirian.” Dia lalu menambah permintaannya, “Bapa, saya benar-benar ingin mendapat peneguhan dari Engkau bahwa doa-doa saya ada gunanya.” Sebelum ia terbaring kembali untuk tidur, Cindy memperhatikan waktu itu jam 3:10 dini hari.

Pada kebaktian keesokan harinya, pendeta itu menjumpai Cindy. Katanya, “Tidak banyak orang yang tahu hal ini. Saya menderita kanker. Semalam saya terbangun dan merasa kesakitan. Saya merasa kesepian dan berteriak di hadapan Allah. Tuhan tidak adakah seorang yang memperhatikan saya? Pada saat itu Allah berkata pada saya, ‘Cindy Jacobs terjaga, dan dia berdoa untukmu.’ Waktu itu sekitar jam 3:10,” kata pendeta itu.

Peneguhan itu cukup bagi Cindy untuk tetap berdoa di tengah malam dan ia makin diteguhkan ketika tahu bahwa pendeta itu telah disembuhkan. Ia berdoa lebih tekun lagi dan ia merasakan doa-doanya selalu mengenai sasaran. Kabar segera tersiar, bahwa jika orang butuh sesuatu, mereka perlu datang ke Cindy Jacobs. Gereja dan Women’s Aglow Chapter mulai memintanya berbicara tentang doa syafaat. Dia menggali Firman Allah untuk menemukan cara bagaimana mengajar orang berdoa. Allah pun meningkatkan pelajarannya dengan mempertemukan Cindy dengan pemimpin-pemimpin doa seperti C. Peter Wagner, Joy Dawson, Dick Eastman dan BJ. Whilhite. Perjumpaannya dengan orang-orang ini membangkitkan semangatnya untuk dipakai Allah lebih dahsyat lagi.

Tapi konflik di dalam diri Cindy mulai timbul berkenaan dengan pelayanannya. Cindy merasakan Tuhan memimpinnya untuk pergi ke negara lain, namun banyak orang yang memberitahukannya untuk tetap tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga membesarkan kedua anaknya. Selama dua tahun ia bergumul tentang hal ini hingga akhirnya Allah membukakan semuanya bagi dirinya dan juga Mike, suaminya. Mereka berdua lalu terjun sepenuhnya ke ladang misi dan di tahun 1985 Cindy bersama Mike mendirikan Generals of Intercession (GI) yang melayani bidang doa syafaat atau doa peperangan rohani.

Cindy percaya bahwa gereja tidak efektif memenangkan bangsanya bagi Kristus karena orang Kristen kurang memahami strategi doa gaya militer. Seperti C. Peter Wagner dan orang-orang lain yang sadar akan pentingnya peperangan rohani, Cindy menghimbau umat percaya di seluruh dunia untuk memerangi kuasa kegelapan dengan doa yang terarah. Dia menantang orang Kristen untuk memerangi “roh-roh teritorial”. Bukunya yang diterbitkan pada tahun 1991 berjudul “Possesing the Gates of the Enemy” dianggap sebagai buku manual untuk doa peperangan rohani di mana-mana.

Pengalamannya yang luar biasa bersama Allah menjadikan Cindy memiliki banyak kisah peperangan rohani, dan ia suka bagikan kepada teman-temannya untuk menguatkan dan mendorong mereka untuk lebih bersemangat.

  • Pada tahun 1990 dia berbicara di dua seminar di kota Resistencia, Argentina. Pendeta lokal menunjukkan apa yang mereka rasakan sebagai roh-roh jahat yang menguasai kota itu termasuk San La Muerte, roh kematian yang disembah oleh penduduk setempat. Setelah waktu pertobatan, pemimpin Kristen lokal mengusir roh-roh jahat itu. Menurut penginjil Argentina Edgardo Silvoso, kota yang berpenduduk 400.000 itu sukar sekali dijangkau sampai waktu itu. Tetapi setelah roh-roh jahat itu diusir, keanggotaan gereja meningkat dua kali lipat, 18 jemaat baru didirikan dan walikotanya menerima Kristus
  • Di tahun yang sama, Cindy menubuatkan dalam pertemuan doa di kota Argentina, Mar del Plata bahwa meja judi di salah satu kasino terbesar di kota itu akan dilemparkan ke jalan. Dia juga menyatakan bahwa kasino itu akan menjadi tempat ibadah. Suatu pernyataan yang kelihatannya terlalu mengada-ada. Tapi, tepat 51 hari setelah didoakan oleh pendoa syafaat lokal, kedua nubuatan itu terjadi. Api merusak bagian kasino dan pemiliknya secara harafiah melemparkan meja judi ke jalan.
  • Pada tahun 1991, sekelompok pendoa syafaat di Brasilia mengincar kubu roh jahat ‘Karnaval’, setelah Cindy memberikan nubuatan bahwa Allah akan memakai arak-arakan “Berbaris Bagi Yesus” untuk menghentikan festival kegelapan itu. Para pendoa syafaat percaya bahwa ‘Karnaval’ adalah tenaga penggerak di balik pemberontakan yang terjadi di jalan-jalan di Brasilia. Menurut sumber Cindy di Brasilia, paling sedikit lima perayaan ‘Karnaval’ akhirnya ditutup pada tahun 1993.
  • Tahun 1993 Cindy memimpin doa pendobrakan di Jepang, dimana masyarakat Kristennya sedikit dan terpecah-pecah. Pemimpin rohani setempat berkata bahwa peristiwa itu penting artinya karena umat percaya baik karismatik maupun bukan bertobat karena terpisah satu sama lain. Beberapa bulan kemudian ketika diadakan KKR secara nasional yang pertama di Jepang, ribuan orang mengaku percaya kepada Kristus.

Cindy Jacobs tidak merasa takut dengan peranannya karena ia menguasai strategi peperangan rohani dan dia tahu bahwa ia akan menang. Di samping itu, dia percaya Allah memakai bejana yang lemah untuk menghasilkan hal yang besar bagi kerajaan Allah. Dan semuanya itu meneguhkan jenderal wanita ini untuk terus berperang bagi Kristus.

CATHERINE PONDER-SUKSES ALA ALKITAB

“Berhentilah memikirkan kemiskinan sebagai kebajikan. Tindakan itu merupakan keburukan yang umum terjadi. Pada dasarnya ada satu masalah dalam hidup: kepenuhan. Pada dasarnya ada satu solusi: sirkulasi. Karena itu, pemberian yang sistematis adalah praktik sangat kuat yang mensyukuri setiap tahap dalam hidup kita, karena membuat kita tetap menyelaraskan diri dengan kekayaan alam semesta.”

Ungkapan yang terkenal itu diucapkan oleh Catherine Ponder, salah seorang pendeta wanita yang banyak mempelajari masalah rahasia kesuksesan hidup menurut Alkitab. Penulis lebih dari selusin buku ini—di antaranya The Prosperity Secrets of the Ages, The Dynamic Laws of Healing, The Millionaires of Genesis, The Millionaire Joshua, dan The Prospering Power of Prayer—memang selalu tertarik pada hubungan antara kerohanian dan kesuksesan seseorang. Saat melayani sebagai pendeta di Unity Church, dia memutuskan untuk mempelajari Alkitab, khususnya dalam hal kemakmuran, secara lebih saksama.

Wanita yang lahir pada tahun 1927 ini belajar pendidikan dan bisnis di North Carolina sebelum memutuskan untuk menjadi pendeta pada tahun 1958. Sejak itu dia melayani di berbagai tempat di belahan bumi Amerika antara lain di Birmingham, Alabama, Austin, Texas dan San Antonio. Pada tahun 1973 dia pindah ke Palm Desert, Kalifornia sampai masa tuanya.

Sejak masa kecilnya Catherina telah diajar untuk berpikir bahwa “orang Kristen yang miskin adalah orang Kristen yang baik”. Namun, setelah dia mempelajari Alkitab, dia tidak menemukan kebenaran itu. Semakin dalam dia mempelajari Alkitab, dia semakin yakin bahwa Allah ingin memberkati kita secara berlimpah.

Ketika Amerika dilanda resesi, jemaat yang dia pimpin memintanya untuk memberikan panduan untuk hidup melewati krisis. Catherine mulai mengajarkan bahwa pikiran seseorang akan menentukan jalan hidupnya. Jemaatnya mengalami pembaruan sekaligus terobosan. Banyak di antara mereka yang mendapatkan kenaikan penghasilan yang menakjubkan, promosi jabatan dan hutan-hutang yang terbayar lunas. Dia menjawab pertanyaan jemaat “apakah mencari kemakmuran itu perbuatan yang benar?”

Mereka mendasarkan pertanyaan itu dari Alkitab juga. Bukankah Alkitab berkata, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6:24) dan “Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Markus 10:24).

Tantangan jemaatnya itulah yang membuatnya ingin membuktikan bahwa Allah menginginkan kita kaya. Yang salah bukan kekayaannya itu tetapi cara penggunaan yang tidak tepat. Menurutnya, tidaklah masalah kita menjadi kaya asal cara mencari dan memakainya tetap sesuai Firman Tuhan. Dia pun mengajarkan jemaat untuk memakai uangnya dengan bijak.

Catherine Ponder meyakinkan kita bahwa asal kita tahu bahwa sumber kekayaan itu datangnya dari Tuhan, dan harus dipakai untuk kemuliaan-Nya, maka justru seharusnya kita belajar untuk mencari kekayaan. Anak muda kaya yang disuruh Yesus menjual seluruh hartanya itu karena dia masih terikat dengan kekayaannya dan tidak memprioritaskan Tuhan.

Yuanita Christiani – Tuhan Tidak Tinggal Diam

Yuanita Christina
Kejadian pahit pernah menghampiri Yuanita Christiani (22). Beberapa hari sebelum syuting, kontrak yang sudah disepakati tiba-tiba diputus sepihak. Tapi, Nita tak menyerah.

Nita, panggilan akrab anak kedua dari tiga bersaudara ini duduk di sofa krem berukuran besar. Siang itu, ia terlihat begitu segar. Kulit putihnya tampak kontras dengan sack dress ungu yang membalut tubuh semampainya. Rambut pendek berponi yang menutupi seluruh dahinya, membuat si pemilik wajah oriental itu terkesan aktif dan dinamis.

SELEB CURHAT DAN ESPRESSO

Satu public figure. Satu orang awam. Dari barisan bangku penonton, tepat di baris pertama duduk pelatih. Menatap tajam kedua anak binaannya yang tengah pentas di panggung. Juri tak kalah seriusnya memperhatikan gerakan demi gerakan. Program apakah yang dimaksud? Seleb Dance. Bersama Panji, rekannya yang kocak, keduanya memandu acara Seleb Curhat-membahas keseharian peserta Seleb Dance di ANTV. Sesekali ia tertawa lepas, mengulas gaya lucu nan unik para public figure di sela-sela latihan maupun saat tampil. Tak jarang rasa mellownya pun tertangkap kamera tatkala keduanya membahas peristiwa yang mengharu biru di antara penari, seleb dan pelatih. Gaya kenesnya dalam

membawakan Seleb Curhat terlihat pas dengan sosok model iklan shampo ini. Yuanita Christina

Lain Seleb Curhat lain pula gayanya sebagai pemandu acara infotainment, Espresso. Memandu acara tersebut, pembawa acara Quiz Liga Italy ini tampil ceriwis dalam memaparkan tiap berita rekan artis sesamanya, tapi tetap tampil cantik. Banyak bekerja dengan stasiun tivi tersebut, Nita menganggapnya sebagai keluarga. “Karena sudah dekat, mereka sudah aku anggap sebagai keluarga. Yang nggak mungkin aku lupa saat crew mem-buat pesta kejutan di hari ulang tahunku,” ulas perempuan yang sempat merasa nggak pede jadi bintang iklan.Sebagai pemandu acara tari ia dituntut bisa menari, bukan hanya sekadar tahu. “Aku kan orangnya kaku. Gak bisa nari. Biar lebih luwes membawakan acara ini, aku diberi waktu untuk kursus. Mulai dari salsa, dangdut, chaca, dan R&B, sekarang aku su-dah lumayan menguasai. Sekarang jadi kepingin mahir lagi,” ucapnya sambil tersenyum. Niat alih profesi ya?!

Kedua acara tersebut cukup ampuh mengorbitkan namanya di bidang presenter. Mengapa? Pasalnya ini adalah tahun kelima ia wara-wiri di dunia hiburan. Sebelumnya D’Trex dan Berbagi Suami sempat memasang wajahnya. Menelisik jauh ke belakang, berbagai iklan mulai dari shampo, sabun sampai mie instant telah ia bin-tangi. “Aku percaya Tuhan punya waktu untuk masing-masing anak-Nya. Dan sekarang bagianku.”

Tak takabur dengan berkat Tuhan saat ini, ia juga menyadari persaingan itu tak terhindarkan. Bukan saja ketika namanya melangit. Dari pengalamannya, kapan pun ia dapat tersingkir. “Tiap hari banyak muncul yang lebih cantik. Pernah satu kali ketika sudah deal untuk suatu acara, tiba-tiba aku tersingkir karena ada model baru,” ujarnya tanpa bisa lupa kekesalannya saat itu. Hal inilah yang mempersiapkan dirinya untuk lebih berlapang dada. “Kecewa? Pasti! Tapi setelah berpikir tenang, aku melihatnya itu bukan rezeki aku. Akhirnya aku tetap bisa bersyukur,” jelas juara satu Yamaha Electone Festival Tingkat DKI Jakarta semasa sekolah.

BERPENGHASILAN, LEGALITAS HIDUP BEBAS

Memulai karier sebagai bintang iklan ketika masih berseragam putih abu-abu secara otomatis ia punya penghasilan sendiri. Tapi justru karena punya uang sendirilah yang mengantarkannya pada satu kesedihan tertinggi. Dirinya terpuruk dan kosong. Mahasiswa London School ini menyebutnya sebagai masa transisi perpindahan usia. “Satu masa di mana aku harus berperang melawan egoku. Apa-lagi sifat dasarku keras. Apa yang mau aku lakukan pasti aku lakukan. Aku pikir punya duit sendiri jadi lengkaplah kesombonganku.”

Merasa mampu hidup mandiri dan bertindak semaunya, jadi pilihannya. Kemandirian yang tidak tepat membuat Nita jauh dari keluarga. Apa yang dilarang itulah yang dilakukan. Bahkan jauh dari Tuhan. “Saat itu aku menjadi orang yang nggak mau dinasehatin. Tidak perlu ke gereja. Hubungan dengan Tuhan aku sepelekan. Parahnya nggak butuh Tuhan. Nggak ada yang lebih penting selain senang-senang!” kenangnya. Selama masih hidup masalah akan selalu ada. Saat merasa masalah yang ia alami tak sanggup lagi dibendungnya, maka timbullah pemberontakan. “Masalah demi masalah datang, diperparah aku tipe penyimpan. Apa-apa aku simpan sendiri. Dan itulah puncaknya,” paparnya tanpa mau berbagi lebih rinci tentang persoalannya.

DIMERDEKAKAN FIRMAN

Usai sibuk dengan kepentingan diri sendiri. Ia kelelahan juga. Kini tinggalah ia yang tak tahu harus apa. Dalam kegamangan seorang teman mengatakan, kalau kamu mau berserah pada Tuhan, berserah total jangan setengah-setengah. Dasar Nita, ia tak langsung bisa percaya. Ia memilih menyendiri untuk mencari tahu apa sesungguhnya yang ia butuhkan.

Kesepian. Kosong. Hampir saja mengantarkannya bunuh diri. Belum sempat hal itu terjadi, ia meraih Alkitab. Buku tentang Allah, pribadi yang selama ini tak terlalu ia gubris. “Aku sangat bingung dan kacau banget. Aku buka Alkitab dan langsung terlihat dari 1 Korintus 10, yang mengatakan pencobaan-pencobaan yang aku alami pencobaan biasa dan sebenarnya aku sanggup melewatinya,” jelasnya tanpa lupa mengakui ia lupa ayat berapa. Nita tak memilih kitab apa yang akan dibacanya. 1 Korintus 10 : 13 terbuka dihadapannya. Selesai membaca ia sungguh dikuatkan. “Itulah titik balik dalam hidupku. Tahu dan sadar sepenuhnya Tuhan tidak tinggal diam. Dia merangkul aku,” ceritanya dengan mata berair. Air dikelopak matanya tak terbendungkan.

Meski kerap ia menumpahkan egonya pada keluarga, pertalian darah tetap tak terpisahkan. Kasih yang kuat itu tetap ada. “Padahal aku anak yang kurang ajar pada keluarga. Tapi mereka tetap sayang dan peduli.”Kesadarannya tak hanya manis dalam ucapan. Ia membuktikannya. “Perubahan dan kembalinya aku juga karena keluarga. Karenanya dengan kejadian itu aku jadi lebih kuat dan makin sayang keluarga,” kisah perempuan yang selalu beribadah tiap minggu bersama keluarga di GBI IKM Honda.

Kecuali di atas, yang sangat dirasakan talent iklan salah satu bank ini adalah selalu ingat ia Anak Tuhan. “Nggak bisa lupa kalau aku anak Tuhan. Ini membuat aku selalu bersyukur dalam segala hal. Termasuk ketika aku sedang nggak ada pekerjaan aku tetap bisa bersyukur,” cerita perempuan yang saban malam bersaat teduh ini. Kalau sekarang nggak pernah sepi job lagi kan?!

HIDUP ADALAH PELAYANAN

Kendati hidupnya pernah kacau, Nita yang ramah ini sempat aktif pelayanan, sebagai pemain keyboard. “Selama SMP aku main musik di gereja. Untuk sekarang ini belum bisa bagi waktu. Jadi vakum dulu.” Vakum pelayanan di gereja bukan lantas berhenti berbakti pada Tuhan. Hidupnya sekarang ini juga merupakan sebuah pelayanan yang Tuhan percayakan. “Hidup aku termasuk kegiatan sehari-hari yang aku jalani ini adalah bagian dari pelayanan.”

Misalnya, ia mencontohkan, ketika diundang sebagai bintang tamu ia akan menyaksikan perjalanan dan kisah hidupnya. “Dengan begitu aku bisa memberkati orang,” imbuhnya singkat.Masih tentang berbakti, presenter cantik ini tak alpa untuk memberikan persepuluhan. Bukan untuk sombong-sombongan tapi ia ingin bersaksi bahwa tak selamanya artis lupa Tuhan. “Aku selalu terapkan persepuluhan. Atau pun ucapan syukur lewat adikku yang setiap bulan rutin mengunjungi panti asuhan bersama komselnya,” cerita Nita.

Bila sedang menjalani profesinya maka inilah yang dilakukannya, berdoa. Menurutnya hal itu sederhana saja, tapi ia melakukannya dengan sepenuh hati. Bukan hanya berdoa seorang diri, dipastikan ia selalu mengajak crew satu produksi untuk berdoa sebelum syuting. Penikmat jus buatan sang mama tiap pagi ini mengaku hidup adalah pelayanan. Jadi tak selalu harus dari mimbar untuk mengartikan pelayanan. Selama kita hidup itu pula yang kelak akan kita persembahkan pada Tuhan. Demi hal ini Nita tak main-main. Pemikiran serupa juga pernah terucap dari sang bunda. “Mama pernah bilang, mata mama cuma dua. Mama nggak tahu kamu ngapain aja. Tapi mata Tuhan ada di mana-mana. Ia tahu apa pun yang kamu lakukan,” tiru Nita. “Jadi prinsipnya takut Tuhan saja!” kata Nita.

Sumber : Bahana-Magazine.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: