belajar Alkitab


hosea3KITAB HOSEA

Latar Belakang
Hosea, arti namanya ialah: “Keselamatan”, Hosea di utus Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Hosea adalah anak dari Beeri. “Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.“ (Hos.1:1). Hosea adalah seorang yang berkependudukan dari Bangsa Israel dari Kerajaan Utara, bukan Yehuda kerajaan selatan, dan ia bernubuat kepada bangsanya sendiri. Pelayanan Hosea kepada kerajaan utara terjadi segera setelah pelayanan Amos (Seorang nabi Yehuda yang bernubuat kepada Israel). Hanya kitab nabi Amos dan Hosea di PL yang seluruh beritanya dialamatkan ke kerajaan utara dan menubuatkan kebinasaannya yang akan datang.
Kata-kata saja tidak lagi bermanfaat terhadap bangsa yang telah ratusan tahun menulikan telinganya dari suara Tuhan melalui nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu, Allah menegur mereka melalui peristiwa-peristiwa yang aneh dan sukar dimengerti secara umum. Peristiwa-peristiwa itu sering berupa perlambang, yang diperagakan oleh para nabi-Nya di depan umat Israel. Terkadang peristiwa itu sangat sukar diterima akal manusia sebab sering tidak sesuai dengan Hukum Taurat, dan menurut sebagian orang, melanggar moral.
Hosea di Panggil
Hosea dipanggil Allah untuk bernubuat kepada kerajaan Israel yang sedang ambruk selama sekitar 30 tahunnya yang terakhir, seperti yang kemudian dilakukan oleh Yeremia kepada Yehuda. Dalam zaman Perjanjian Lama, umat Israel sering sekali murtad dari Tuhan. Puncak pemurtadan itu terjadi pada zaman raja-raja. Dalam situasi yang demikian, Tuhan menyampaikan firman-Nya bukan -lagi sekadar melalui kata-kata.
Demikianlah, Tuhan menyuruh Hosea menikah dengan Gomer, seorang pelacur, sebagai simbol atas sikap Allah yang sangat mengasihi umat Israel Utara yang saat itu sudah sangat merosot kerohanian dan moralnya. Ketika Hosea memulai pelayanannya yakni pada masa akhir pemerintahan raja Yerobeam II, pada masa itu bangsa Israel sedang mengalami kemakmuran ekonomi dan kestabilan politik untuk sementara waktu, yang menciptakan rasa aman yang palsu. Akan tetapi, segera setelah Yerobeam II wafat (753 SM), keadaan bangsa itu mulai memburuk dengan pesat dan menuju kehancurannya yang terjadi pada tahun 722 SM.
Dalam 15 tahun setelah kematiannya, empat raja Israel terbunuh; dalam 15 tahun lagi Samaria merupakan puing-puing berasap dan penduduk Israel dibuang ke Asyur dan kemudian disebarkan di antara berbagai bangsa. Pernikahan Hosea yang tragis dan firman nubuatnya dipadukan sebagai pesan Allah kepada Israel sepanjang tahun-tahun terakhir yang kacau menuju kehancurannya ini. Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam pemerintahan Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda (Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia; lih. (Hos.1:1) – yaitu, sekitar 755-715 SM – yang tidak hanya menjadikannya rekan sezaman yang lebih muda daripada Amos, tetapi juga dari Yesaya dan Mikha. Orang Israel telah melanggar hubungan perjanjiannya dengan Allah, sama seperti seorang istri yang telah berselingkuh dengan kekasih lain dan telah mengingkari perjanjian nikahnya (Hosea 2:7-13).

Kehidupan Hosea.
Hosea telah mengalami banyak penderitaan dan rasa malu karena tindak tanduk Gomer, istrinya. Pengalaman pahit ini telah menyiapkannya untuk memahami dukacita yang Allah rasakan atas kejahatan yang dilakukan bangsa Israel. Ia juga menyadari bahwa dosa-dosa mereka bukan hanya pelanggaran terhadap Hukum Allah, melainkan juga merupakan penghinaan kepadaNya dan kasihNya bagi mereka. Karena kasih Hosea yang rela mengampuni istrinya yang telah menyeleweng, maka hubungan dengan istrinya itu dipulihkan. Lewat pengalaman ini ia pun mengajak orang-orang Israel untuk bertobat dari perzinahan rohani yakni penyembahan berhala dan berbalik kepada Allah yang karena kasih dan kemurahanNya akan dapat memulihkan pemeliharaan dan berkatNya ke atas bangsa itu.
Kenyataan bahwa Hosea menetapkan tanggal dari sebagian besar pelayanannya dengan mengacu kepada empat raja Yehuda dan bukan kepada masa pemerintahan yang singkat dari enam raja Israel terakhir, mungkin menunjukkan bahwa ia melarikan diri dari kerajaan utara untuk tinggal di Yehuda menjelang kehancuran Samaria, oleh Asyur (tahun 722 SM); di sanalah dia menyusun nubuat-nubuatnya menjadi kitab yang berjudul namanya yakni kitab Hosea. Allah memerintahkan Hosea untuk “menikahi seorang perempuan sundal” untuk melukiskan ketidaksetiaan rohani Israel kepada Allah pada masa itu. “Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.” (Hos.1:2).
Hosea sangat prihatin sekali memikirkan keadaan orang Israel pada masa itu, terutama karena mereka menyembah kepada berhala-berhala dan tidak setia menyembah kepada TUHAN. Dan dengan terus terang juga Hosea menggambarkan ketidaksetiaan mereka itu berdasarkan keadaan rumah tangganya sendiri yang hancur karena ketidaksetiaan istrinya. Sebagaimana Gomer, istrinya, tidak setia kepadanya begitu pula umat Allah tidak setia kepada TUHANnya. Karena perbuatan itu, Israel dihukum. Sekalipun demikian, kasih TUHAN kepada umat-Nya tidak akan hilang. Ia akan menerima mereka kembali dan memperbaiki hubungan mereka dengan Dia. Cinta TUHAN itu dinyatakan dalam kata-kata indah yang berikut ini, (Hos.11:8 BIS) “Hai Israel, tak mungkin engkau Kubiarkan atau Kutinggalkan! …. Tak tega hati-Ku melakukan hal itu, karena cinta-Ku terlalu besar bagimu!”.
Mengenai perihal ini juga, banyak sekali penafsiran-penafsiran yang bermunculan dari Hosea sendiri, apakah ia menikah dengan Gomer isterinya sebagai gambaran pelacur benaran atau tidak. Namun, ada juga yang menafsirkan pernikahan Hosea sebagai kiasan khayalan, kebanyakan tokoh-tokoh Alkitab yang konservatif memandangnya sebagai benar-benar terjadi. Akan tetapi, kalau kita melihat dari kebenaran Alkitab, kelihatan sabgat tidak mungkin bahwa Allah akan memerintahkan seorang nabi yang saleh menikahi perempuan sundal untuk menggambarkan berita-Nya kepada Israel; rupanya kemungkinannya lebih besar bahwa Hosea menikahi Gomer ketika ia masih perawan dan kemudian ia menjadi pelacur. Jadi, perintah untuk “kawinilah seorang perempuan sundal” diberikan sebagai nubuat yang mengantisipasi apa yang akan terjadi mengenai bangsa itu sendiri.

Garis Besar Kitab Hosea
Hosea adalah nabi yang dipanggil melayani Tuhan pada abad ke-8 SM di kerajaan Israel Utara, dengan ibu kota Samaria, yang diperintah oleh Raja Yerobeam II. Secara politik dan ekonomi, keadaan Israel Utara sangat baik. Namun, keadilan sama sekali tidak terlaksana. Orang kaya menindas orang miskin. Bahkan, di pengadilan, si kaya atau orang penting akan dengan mudah menyogok pejabat untuk menindas kaum lemah. Kerajaan itu sudah sangat murtad kepada Tuhan. Mereka menyembah ilah-ilah yang menjijikkan dan melupakan Tuhan. Yerobeam sendiri beribadah kepada anak lembu emas. Dalam kondisi seperti itu, Allah mengutus hamba-Nya, Hosea, untuk memperingatkan bangsa itu agar berbalik kepada Tuhan.
Hosea adalah penulis Kitab Hosea, Anak Beeri berdasarkan dari sejarahnyakemungkinan besar Hosea sejaman dengan Yesaya dan Mikha. Pesannya ditujukan kepada Kerajaan di sebelah Utara. Ia diharapkan menjadi penduduk di sebelah Utara, Akan muncul dari cerita tersebut bahwa ia menikahi istrinya yang terbukti sudah tidak suci. Pernyataan ini diragukan oleh sebaghagian Teolog, tetapi apabila isi pesan ini benar, artinya ini akan memampukan dia untuk melihat dengan jelas sikap Allah terhadap Israel, pasanganNya yang pezinah. (Hos.1:2-3; 2:1-5)
Tetapi ada kemungkinan kitab ini sangat bersifat kiasan, dan ada juga kemungkinan bahwa riwayat pengalamannya dengan istrinya adalah kiasan atas kita sebagai jemaat Kristus pada zaman sekarang.

Keadaan Bangsa Israel pada Masa Pembuangan
Keadaan-keadaan bangsa Israel pada masa itu berdasarkan dari isi dari seluruh kitab Hosea tersebut dapat di gambarkan sebagai berikut :
1. Lembah Akhor, Menjadi Pintu Pengharapan. (Hos. 2:15; Jos.7:24-26)
2. “Bersekutu dengan berhala-berhala,”. (Hos. 4:17)
3. “Bercampur dengan Bangsa-bangsa”
(Tidak lagi merupakan sebuah bangsa yang terpisah dan kudus). (Hos. 7:8)

4. “Roti tidak Dibalik”.
(Adonan di salah satu sisinya, mengungkapkan ketidaksungguh-sungguhan bangsa Israel kepada Allah). (Hos.7:8: ”Efraim mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik.”)
5. “Orang-orang asing memakan habis kekuatannya”.
(Dilemahkan oleh persekutuan jahat penyembahan berhala, dan kelakuan jahat bangsa Israel pada masa itu). (Hos.7:9: “Orang-orang luar memakan habis kekuatannya, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya; juga ia sudah banyak beruban, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya”)
6. Sudah banyak Beruban”.
(Terlalu cepat menjadi tua, dan keadaan memburuk yang tak disadari. (Hos.7:9: “Orang-orang luar memakan habis kekuatannya, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya; juga ia sudah banyak beruban, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya”)
7. “Israel sudah Ditelan”.
(Identitas Nasional hilang atas semua orang Israel pada waktu itu). (Hos.8:8: “Israel sudah ditelan; sekarang mereka itu ada di antara bangsa-bangsa seperti barang yang tidak disukai orang.”)
8. “Seperti barang yang tidak disukai orang”.
(Sebuah wadah yang dan tak berguna bagi Tuhan). (Hos.8:8:“Israel sudah ditelan; sekarang mereka itu ada di antara bangsa-bangsa seperti barang yang tidak disukai orang.”)
9. “Suka Menipu”.
(Kecurangan dalam bisnis dan kelakuan mereka setiap harinya). (Hos.12:7: “Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa.”)
10. Hukuman dan Berkat-berkatNya.
(Bangsa Israel disuruh memilih untuk tetap setia atau hidup dalam kesesatan, hidup didalam kesesatan akan mendapatkan hukuman namun sebaliknya ketika bangsa Israel hidup dalam ketaatan maka berkat-berkat akan mereka miliki. (Hos.14:5-10: “
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
14:8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
14:9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
14:10 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.”).

Anak-anak Hosea.
Telah disebutkan bahwa pernikahan Hosea serta nama anak-anaknya itu memiliki arti simbolis, yang melambangkan kasih Allah terhadap umat Israel yang murtad. Walaupun umat Israel dinyatakan telah murtad, tetapi sejak awal panggilan Hosea, Allah telah menjanjikan pemulihan. Janji pemulihan itu disampaikan dalam nama-nama keluarga. Hosea sendiri. Sebagaimana dilaporkan Hosea, ada tiga anak yang dilahirkan Gomer :

1. Anak pertama laki-laki bernama Yizreel bagi Hosea artinya Allah menaburkan. (Hos.1:3: “Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki).
Kalau kita melihat dari kitab Hos.4-5, pasal-pasal ini menjelaskan bahwa mengenai anak pertama dari Hosea di beri nama Yizreel. Artinya: Allah menaburkan. Adalah nama kota dan Lembah. Lembah tempat kemenangan Gideon atas Midian di Hakim.2 6-7. Kota tempat pertumpahan darah dimana Ahab, Izebel dan seluruh keturunannya dihabisi oleh Yehu atas perintah Tuhan melalui Nabi Elisa (2Raj9-10).
Hutang darah apa oleh Yehu? bukankah ia telah melaksanakan tugas dari Tuhan untuk melenyapkan ahab dan seluruh keluarganya?.
Lihatlah kitab (2Raj.10:31). Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum Tuhan, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. (Penyembahan berhala, anak lembu emas). Yehu bukan saja membantai Ahab dan seluruh keluarganya/mata rumahnya, tetapi juga membunuh Raja Ahazia raja Yehuda yg merupakan keturunan Daud yang dilindungi Tuhan, karena perintah menghabisi Ahab ia lakukan dengan ambisi pribadi supaya ia juga jadi raja.
Perhatikan di sini bahwa terkadang, seseorang akan kelihatan seperti melakukan kehendak Tuhan, tetapi sebenarnya ia melakukan ambisi pribadinya. Tindakan benar tetapi dengan alasan yang tidak benar. Kedengarannya mulai jelas, bisa saja ada beberapa orang jemaat yang kelihatan sering membantu orang lain, tetapi dengan bukan alasan Kasih tetapi supaya dipuji orang.
Dan untuk alasan itu peringatan melalui nama anak pertama Hosea diberikan. Tuhan akan mengakhiri pemerintahan Israel dan malah akan mematahkan busur panah Israel di lembah Yizreel. Ada kesalahan pada Pemimpin dan Rakyat Israel, Pemimpinnya hanya memikirkan keuntungan pribadi, dan rakyatnya menyembah ilah lain dan menodai hubungan mereka dengan Tuhan, Jadi Tuhan berseru: Berilah nama Yizreel kepada anak itu !!!.
2. Anak kedua bernama Lo-Ruhama, memiliki dua artiyang pertama artinya adalah “Tidak disayangi” Arti yang kedua adalah: tidak disayangi arti yang lain ialah :
“Tidak ada belas kasihan.” (Hos.1:6: “Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: “Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka.”.
Anak kedua perempuan ini di beri nama Lo-Ruhama Anak kedua seorang perempuan, bukankah ini suatu anugrah? Tetapi Allah menyuruh memberi nama “tidak ada belas kasihan” … bagi siapa? Bagi Israel (sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka.). Setiap kali orang melihat dan menyebut nama anak itu, mereka diperingati bahwa kasih dan karunia Allah sudah berakhir bagi mereka.
Apa yang terburuk yang bisa terjadi di diri kita? kesehatan? harta? keluarga? …. yang terburuk adalah kehilangan kasih dan karunia Allah. Sesudah pemerintahan dan kekuatan Israel diperingati di anak pertama, di sini Allah mengingatkan bahwa tidak ada belas kasihan. Tidak ada kasih karunia lagi. Seruan Raja Daud dalam Maz.103:13: ”Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia” – tetapi sekarang … Lo-Ruhama.
Ketika Hosea memberi nama putrinya, Israel masih hidup dalam kelimpahan. Lo-Ruhama belum menjadi kenyataan. tetapi nama itu adalah menjadi peringatan supaya bertobat, berbalik dari dosa dan merubah perilaku. Bila tidak… Lo-Ruhama !!! Asyur akhirnya menguasai Israel. Ayat 7 menunjuk kepada Yehuda, yang meskipun juga terkena penghukuman di pembuangan di Babel, akan kembali jaya bukan karena kekuatan angkatan perangnya. Tetapi karena kasih Allah yang memakai Nebukadnezar memulangkan mereka ke Yeruzalem.
3. Anak ketiga bernama Lo-Ami yang, artinya bukan umat-Ku (Hos. 2:3).
Anak ketiga ini adalah seorang laki-laki dan di beri di beri nama Lo-Ami yang memiliki arti yaitu “Bukan UmatKu” dalam pengertian lain adalah “Aku bukan Allahmu.” Kedua anak terakhir itu bukan anak-anak Hosea, melainkan hasil dari persundalan Gomer. Namun, karena perlambangan tersebut merupakan sebuah adegan peragaan hidup yang nyata, bukan hanya sekadar kata-kata simbolis, makna dari peragaan itu secara keseluruhan, selain berlaku secara simbolis, juga berlaku bagi oknum yang memperagakan.
Dan Anak ketiga dari Hosea dan Gomer ini ketika dinamai Lo-Ami, banyak orang disekitarnya mengira bahwa artinya : bukan anak saya, karena Gomer masih sering berselingkuh, bahkan sesudah dikawini Nabi Hosea. Bahkan ada yg menertawai nama anak ini. Tetapi nama anak ini, seperti kedua kakaknya Yizreel dan Lo-Ruhama, adalah peringatan yang sangat keras, bahkan paling keras. Mengapa? mengapa Tuhan yang maha pengasih ini berpaling dari Israel? Karena Israel tidak bertobat, bahkan setelah diberi waktu oleh Allah.
Perhatikan di sini kata menyapih. Dalam tradisi Israel kuno, seorang bayi biasanya disapih sampai berusia 3 tahun. Tuhan bersabar dan memberi waktu yang cukup. Kesabaran Tuhan ini kita kenal dikitab Perjanjian Baru (2Pet.3:9: ”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnyasebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.).

Pesan Penting
Jadi, pemulihan yang dijanjikan Tuhan bagi umat Israel berlaku juga bagi keluarga Hosea. Kalau pada mulanya kedua anak itu tidak disayangi (Lo-Ruhama) dan bukan umat Allah (Lo-Ami) karena mereka merupakan anak-anak sundal (Hosea 1:2; 2:3), pada akhimya Lo-Ruhama akan menjadi Ruhama dan Lo-Ami akan menjadi Ami (Hosea 1:12; 2:22). Itu terjadi tentu karena anugerah-Nya, yang mengaruniakan pertobatan kepada kedua anak itu.

Bagaimana dengan Gomer sendiri? Gomer dipulihkan setelah lebih dahulu dibeli dari perbudakan oleh Hosea (3:1, 2; 2:18, 19). Gomer pada akhimya menyadari bahwa hanya Hosealah yang sungguh-sungguh mengasihinya (2:6). Jelaslah bahwa tindakan Allah menyuruh Hosea menikah dengan Gomer, sang pelacur, bukan bermaksud mempermalukan Hosea, juga bukan merupakan dosa moral sebagaimana diyakini banyak orang, melainkan kasih Allah yang ajaib dan agunglah yang melandasi semua tindakan itu. Gomer dan ketiga anak-anaknya, Yizreel, Lo-Ruhama, dan Lo-Ami, sekarang telah bersama dengan Bapa Surgawi, di kediaman-Nya. Dalam hal itu, umat Israel men¬jadi mengerti betapa dalam kasih-Nya kepada mereka melalui alat peraga pernikahan Hosea itu.

Hubungan dengan Kristus.
Kristus berkata dalam Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Drama Hosea, dilanjutkan Allah dengan mempraktekkan Kasih itu melalui Anak-Nya Yesus Kristus. Alat peraga Manusia, bukan hanya dengan pendengaran, tetapi dengan perbuatan. Dan sekarang Kristus Yesus bahkan sudah meninggalkan Roh Kudus untuk kita semua.
Jemaat buka Roma 9:24-26 (baca bersama). = yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain, seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: “Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih.” Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” di sana akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Allah yang hidup”.
Kita yang sudah hidup dalam masa kasih karunia ini diingatkan supaya tidak seperti Yehu, tidak seperti pemimpin dan rakyat Israel, yang hidup menyelingkuhi Kasih Karunia Tuhan. 1 Yoh 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Kesimpulan
Kebanyakan kitab para nabi memusatkan perhatian pada pendengarnya dan semua kesalahan yang mereka lakukan. Hosea, sebaliknya, mengarahkan lampu sorot kepada Tuhan. Bagaimana rasanya menjadi Tuhan? Bagaimana perasaanNya, ketika umat pilihanNya menolakNya dan terengah-engah mengejar ilah-ilah lain? Seolah kata-kata saja terlalu lemah untuk menyampaikan perasaanNya, Tuhan meminta Hosea untuk menjalani perumpamaan hidup. Ia menikahi Gomer, seorang wanita tuna susila, yang segera saja lari dan melakukan perzinahan. Hanya dengan hidup dalam drama itu, Hosea bisa dimengerti, dan kemudian mengungkapkan bagaimana perasaan Tuhan saat harus menegur Israel. Setelah semua yang dilakukan Gomer, Tuhan menyuruh Hosea untuk mengundangnya kembali dan memaafkannya. Pola ini berulang kembali. Gomer melahirkan dua anak – tetapi benarkah Hosea ayah mereka? Menurut Hukum Musa, seharusnya ia mengusir istrinya yang berzinah itu, atau mengadilinya di pengadilan. Apa yang dilakukan Hosea, dan dilakukan Tuhan, belum pernah terdengar.
Dan sekarang, Yizreel, Lo-Rumaha dan Lo-Ami kita sudah kita mengerti jelas, dan jemaat bukan hanya punya pilihan, tetapi apa yang difirmankan di Hosea 1:10-12 = Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Allah yang hidup.” Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu. Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: “Ami!” dan kepada saudara-saudaramu perempuan: “Ruhama!” – telah menjadi kenyataan dengan kedatangan Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: