6 Alasan Mengapa Mentoring itu Penting


Lanjutan Mentoring……..

mentorings1. Mentoring atau Pemuridan adalah sarana pendewasaan Jemaat untuk menjadi murid Kristus yang sejati.
Ketika Petrus berkhotah di depan banyak orang, tiga ribu orag dari antara mereka bertobat dan merespons khotbah Petrus. Selanjutnya apakah yang di lakukan oleh para Rasul? Para rasul kemudian memfollow up kepada tiga ribu petobat baru tersebut dengan mementor atau memuridkan mereka dan membeikan kepada mereka pengajaran tentang doktrin-doktrin kekristenan. (Mat. 28:18-20; Kis. 2:41-42)
2. Mentoring atau Pemuridan adalah sarana untuk mengarahkan setiap orang Kristen untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus mengajak Petrus untuk di mentor atau di muridkan olehNya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia akan menjadikan Petrus dari seorang penjala ikan menjadi seorang penjala manusia. jadi menurut saya, Sudahlah seharusnya Proses Pementoran maupun Proses Pemuridan harusnya menjadi denyut nadi, denyut jantung GerejaNya sehigga misi Kristus bagi keselamatan dunia bisa tercapai. (Mat. 28:19-20)
3. Untuk mempersiapkan dan melatih para Penuai.
Mentoring atau pemuridan adalah wadah bagi gereja Tuhan untuk melatih setiap jemaat untuk menjadi para penuai jiwa bagi tuaian raya di akhir zaman, yang pasti akan terjadi sesegera mungkin.
Tujuan yang di miliki oleh Tuhan Yesus dalam mementor maupun memuridkan para murid adalah untuk mempersiapkan para murid menjadi para penuai jiwa yang siap dan punya kemampuan untuk menggantikanNya dalam melanjutkan pekerjaan penginjilan kepada semua bangsa yang belum terselasaikan saat Ia naik kesorga. (Mark. 16:15-20; Lukas 10:1-12).
4. Supaya kehidupan orang setiap percaya dapat berbuah.
Panggilan Amanat Agung tidak hanya berlaku bagi GerejaNya di muka bumi ini, tetapi juga bagi kita semua yang telah menerima anugerah keselamatan yang dari Dia. Yesus mau agar lewat keselamatan yang di anugerahkanNya pada kehidupan kita dapat berbuah ( Yoh.15:16; Efesus 4:17-32; Mat. 3:1-10; Galatia 5:19-26; Roma 16:2-5; IKor. 9:1; Mat. 28:18-20; Gal. 5:22). :
a. Berbuah dalam Pertobatan
b. Berbuah dalam Karakter
c. Berbuah dalam Pelayanan
d. Berbuah dalam Jiwa-jiwa.
5. Untuk membangun Gereja yang sehat dan kuat.
Tujuan Allah dalam mengaruniakan jawatann rohani atau kapasitas kerohanian pada setiap orang-orang kudus seiring dengan pertumbuhan rohani yang di miliki masing-masing adalah untuk (Ef. 4:11-16; Mat. 7:15-20).
1. Memperlengkapi setiap orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.
2. Memperlengkapi setiap orang kudus bagi pembangunan tubuh Kristus.
3. Mencapai kesatuan iman dan pengetahuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Anak Allah.
4. Tidak di ombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.
5. Tidak di omabng-ambingkan oleh permainan palsu manusia (Nabi palsu) dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.
6. Berpegang teguh pada kebenaran.
7. Bertumbuh didalam kasih dan dalam segala hal kearah Dia (Kristus) yang adalah kepala.
8. Supaya daripadanya seluruh tubuh (orang kudus/jemaat) rapih tersusun dan di ikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya.
9. Supaya sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya didalam kasih.
6. Untuk Regenerasi kepemimpinan dan Mentoring mempertahankan momentum keberhasilan.
Keberhasilan tanpa adanya penerus sama saja dengan kegagalan. Kedua hal tersebut yakni kepemimpinan dan mentoring adalah tentang multiplikasi rohani. Keduanya adalah tentang mengembangkan orang-orang. Mari kita pikirkan dan pelajari dari kisah alkitab tentang kepemimpinan Yosua yang hebat dan luar biasa. Ia memegang kendali kepemimpinan atas bangsa Israel dari tangan Musa. Ia berhasil memimpin bangsa Israel masuk ketanah yang di janjikan Tuhan. Kitab Yosua di akhiri dengan akhir yang sanagat manis dimana Yosua sepanjang hidupnya telah berhasil membawa seluruh bangsa Israel untuk beribadah kepada Allah. Tetapi apakah yang terjadi ketika Yosua tiada? Bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, bangsa Israel meninggalkan Tuhan dan juga mengalami kemerosotan moral sepeninggalnya Yosua.
Menurut saya adalah sangat penting sekali proses Regenerasi dan Mentoring, Musa berhasil mementoring Yosua, tetapi Yosua tidak mementoring maupun memuridkan orang lain menggatikan dia, bagi saya ini adalah suatu kegagalan, oleh karena itu sangatlah penting untuk kita mementor maupun memridkan banyak orang untuk memeprtahankan amaupun melanjutkan tugas selanjut kepada yang lain. (Yosus 24:31; Hak. 2:6;13)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: