Archive for April, 2013

Kitab Ulangan Pentatukh


musaLatar Belakang Kitab Ulangan

Kata “Ulangan” berarti “pernyataan ulang Hukum Allah.” Akan tetapi lebih dari itu. Kitab Hukum yang terinspirasikan ini juga merupakan penerapan hukum Allah bagi generasi kedua bangsa pilihan Allah. Kitab Ulangan juga mencatat khotbah besar yang Musa sampaikan kepada bangsa Israel sebelum mereka menyeberangi sungai Yordan dan menyerbu Kanaan. Kata

pembukaan Kitab ini membantu kita memahami tentang apaKitab Ulangan ini: “Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan … Empat  puluh tahun setelah mereka meninggalkan Gunung Horeb, berbicaralah Musa kepada orang Israel …” (Ul. 1:1, 3).

Dalam Ulangan kita membaca pengulangan dan penekanan kembali dari perjanjian yang dibuat antara Allah dan bangsa Israel di Sinai. Bentuk perjanjian dibuat sesuai dengan pola umum naskah perjanjian di daerah Asia Timur Dekat kuno yang terdiri dari latar belakang historis, daftar kewajiban, uraian mengenai berkat dan kutuk, serta pengaturan untuk menyimpan dan membaca dokumen perjanjian. Dalam Ulangan pola ini ditampilkan dalam bentuk tiga pesan Musa di depan bangsa Israel sebelum ia wafat untuk mengingatkan mereka apa artinya menjadi umat Allah.

Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa (Ul 31:9,24-26; bd. Bil 4:44-46; Bil 29:1) dan diwariskan kepada Bangsa Israel sebagai dokumen Perjanjian untuk dibacakan seluruhnya di hadapan seluruh bangsa setiap tujuh tahun sekali (Ul 31:10-13). Ada kemungkinan Musa  menyelesaikan penulisan Kitab Ulangan ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM. Bahwa memang benar Musa yang menulis kitab Ulangan ini ditegaskan oleh :

  1. Pentateukh Samaria dan Yahudi, Para Penulis PL (Mis. Yos 1:7; 1Raj 2:3; 2Raj 14:6; Ezr 3:2;  Neh 1:8-9; Dan 9:11).
  2. Yesus (Mat 19:7-9; Yoh 5:45-47) dan Penulis PB yang lain  (mis. Kis 3:22-23; Rom 10:19).
  3. Para Cendekiawan Kristen zaman dahulu dan Cendekiawan konservatif masa kini, serta bukti di dalam kitab Ulangan sendiri (Mis. kesamaan susunan dengan     bentuk-bentuk Perjanjian yang ditulis pada abad ke-15 SM).
  4. Kisah kematian Musa (pasal 34; Ul 34:1-12) sudah pasti ditambahkan segera sesudah peristiwa itu terjadi (sangat mungkin oleh Yosua) sebagai  penghargaan yang layak bagi Musa, hamba sebagai hamba Tuhan.

Sebagai Dokumen Pembaharuan Perjanjian, Ulangan disusun sesuai dengan Perjanjian Yakni :

  1. Pengantar (Ul 1:1-5);
  2. Pendahuluan bertalian dengan Sejarah (Ul 1:6-4:43);
  3. Syarat-syarat utama (Ul 4:44-26:19);
  4. Berbagai kutukan dan berkat (Ul 27:1-30:20);
  5. Berbagai ketetapan mengenai kesinambungan Perjanjian itu (Ul 31:1-33:39).

Dengan segala kesungguhan yang dimilikinya, Musa mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel terutama melalui tiga amanat yang bersemangat yaitu :

  1. Amanat Musa yang pertama membahas kembali sejarah dan kegagalan Israel sejak Gunung Sinai serta menantang angkatan yang baru itu untuk takut akan Allah dan taat kepada-Nya (Ul1:6-4:43).
  2. Amanat Musa yang kedua mengulas dan menerapkan banyak hukum perjanjian berhubungan dengan soal-soal seperti melaksanakan Sabat, penyembahan, kaum miskin, hari raya tahunan, warisan, hak milik atas harta benda, kebejatan seks, perlakuan hamba-hamba, dan pelaksanaan kehakiman (Ul 4:44-26:19).
  3. Amanat Musa yang ketiga bernubuat tentang berkat dan kutukan yang akan menimpa Israel sesuai dengan ketaatan atau ketidaktaatan mereka (Ul 27:1-30:20). Pasal-pasal yang sisa termasuk pengangkatan Yosua oleh Musa sebagai penggantinya serta kesaksian mengenai wafatnya Musa (Ul 31:1-34:12).

Cara Barnabas Mementor Paulus


Lanjutan Mentoring………………….

murid2Dengan cara memotivasi saulus, meyakinkan saulus untuk terus dalam pertobatan, dan berusaha meyakinkan para rasul atas pertobatan saulus yang kemudian berubah nama menjadi saulus. Dan dalam hal ini juga Barnabas berhasil mementor saulus yang kemudian menjadi Paulus seorang Rasul Tuhan yang di pakai Tuhan dengan luar biasa di zaman perjanjian baru. Dan tanpa adannya peran serta dari buah pelayanannya Barnabas dalam proses pementorannya yang dilakukannya terhadap paulus, kita (Gereja Tuhan) akan kehilangan orang besar yang bernama paulus diaman kita sebagai orang Kristen tidak akan pernah memiliki Alkitab perjanjian baru, karena hamper seluruhnya kitab perjanjian baru di tulis oleh Paulus.

Oleh karena itu, hari-hari ini, Tuhan sangat membutuhkan orang-orang seperti Barnabas yang bisa melihat potensi orang lain, yang kemudian berani mengambil resiko untuk mementor orang lain, sehingga orang lain tersebut hidupnya menjadi orang yang memberikan kontribusi yang besar bagi Kerajaan Allah.

Sifat-sifat Barnabas dalam proses pementoran yang dapat kita pelajari ialah :

  1. Barnabas adalah seorang mentor yang rendah hati
  2. Barnabas adalah seorang mentor yang tulus hati
  3. Barnabas adalah seorang mentor yang murah hati
  4. Barnabas adalah seorang mentor yang focus pada pembangunan manusia
  5. Barnabas adalah seorang mentor yang mau menerima kekurangan dan kelemahan orang yang sedang di mentornya.
  6. Barnabas adalah seorang mentor yang berkomitmen pada proses mentoring sampai berhasil.

Dan menurut pandangan saya, langkah yang paling tepat yang harus di lakukan      oleh     Gereja Tuhan untuk akhir zaman ini adalah mementor sebanyak mungkin orang     untuk   berpengaruh penting atas orang yang sedang kita mentor untuk menemukan potensinya, serta maksimal dalam Kerajaan Allah, dibutuhkan orang-orang seperti    Barnabas yang berani mengambil resiko utuk mementor Paulus, oleh karena itu saya  menghimbau untuk kita mementor orang lain dalam proses pemuridan yang benar kearah Kristus suapaya kita menggenapi rencanaNya atas seluruh bumi yaitu   mengerjakan Amanah AgungNya yang luar biasa dan ajaib.

 

Bersambung…………..

Isi Kitab Ulangan Mengenai Perjanjian


musa

  1. Ulangan menyediakan bagi angkatan Israel yang baru (yang sebentar lagi akan masuk Kanaan) landasan dan motivasi yang diperlukan untuk mewarisi tanah yang dijanjikan dengan memusatkan perhatian kepada tabiat Allah dan perjanjian-Nya dengan Israel.
  2. Ulangan merupakan “Kitab Hukum Kedua” karena di dalamnya Musa, pemimpin Israel yang berusia 120 tahun, menyatakan kembali dan merangkum (dalam bentuk khotbah) sabda Tuhan yang terdapat di dalam keempat kitab sebelumnya.
  3. Ulangan merupakan “Kitab Kenangan.” Nasihat yang khas dari Ulangan ialah, “Ingatlah … dan Jangan Melupakan.” Daripada mengemukakan usaha untuk mencari “kebenaran baru,”
  4. Ulangan menasihati Israel untuk mempertahankan dan menaati kebenaran yang sudah dinyatakan Allah sebelumnya dalam Firman-Nya yang mutlak dan tidak berubah. Karena penekanan yang penting dalam kitab ini adalah Iman dan Ketaatan. Israel dipanggil untuk mempercayai Allah dengan segenap jiwa raga dan menaati perintah-perintahNya dengan tekun. Iman serta Ketaatan akan memungkinkan mereka mewarisi janji-janji berkat Allah yang penuh; ketiadaan Iman dan Ketaatan, pada pihak lain, akan mengakibatkan kegagalan dan hukuman bagi bangsa Israel itu sendiri..

Selain disebut sebagai kitab Pengulangan Perjanjian antara Allah dan bangsa Israel, kitab ini juga berisi tentang amanat perpisahan Musa dengann bangsa Israel yang didalamnya ia mengulas kembali dannmemperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraan di padang gurun dan siap masuk ke Kanaan. Sebagian besar angkatan ini tidak mengingat Paskah yang pertama, penyeberangan Laut Merah, atau pemberian Hukum di Gunung Sinai.  Mereka memerlukan pengisahan kembali yang

bersemangat mengenai perjanjian, hukum Taurat, dan kesetiaan Allah, dan suatu pernyataan

baru mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan. Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan “angkatan keluaran” bangsa Israel yang suka memberontak selama 39 tahun, kitab Ulangan meliputi masa yang pendek

MENTORING


MentorMentoring adalah : Pembimbing, Penasehat, Pengajar, Pelatih, dll.

Asal mula istilah mentoring berasal dari sebuah kisahyang berjudul  “The Odyssey” yang di tulis oleh Homer yang merupakan seorang Sastrawan Yunani. Ketika itu raja Odysseus, raja kerajaan Iticha bersiap untuk berperang dalam peperangan Trojan, dan ia menyadari dan bahwa ia akan meninggalkan satu-satunya ahli waris kerajaan yakni puteranya sendiri yang bernama Telemachus. Maka atas pergumulanya tersebut ia memutuskan untuk mempekerjakan seorang kerabat keluarganya yang dapat di percayaai untuk melatih, mengajari, membimbing anaknya Telemachus untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang cakap dan handal seperti dirinya ketika menjadi raja kelak menggatikan dirinya dan orang yang menjadi pembimbing anaknya tersebut bernama MENTOR.

Di kemudian hari muncullah kata “Mentoring” yang pengertian dan fungsinya menjadi meluas, dan kata mentoringpun pada akhirnya menjadi sebuah kata yang banyak di pakai dalam dunia usaha atau bisnis (Marketplace) sebagai upaya yang di lakukan seseorang untuk membimbing orang lain (Protegel/Mentee = orang yang sedang di mentor) untuk memiliki kapasitas yang maksimal dalam potensi atau keahlian yang di milikinya.

Jadi menurut saya mentoring adalah suatu proses pemuridan yang terjadi antara seseorang yang sedang di mentor maupun yang yang sedang mementor dengan tujuan untuk memaksimalkan keduanya dalam suatu tujuan yang mulia, menghasilkan potensi baru bagi yang sedang di mentor maupun yang mementor.

Bersambung,…………………….