Mati Pucuk


“ Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya ”

Ibrani 11:12

                Shallom,.Apa kabar semuanya,.Saya berharap semuanya dalam keadaan baik dan dalam hadirat Tuhan. Kali ini kita akan membahas mengenai Mati Pucuk, penegertian mati pucuk memiliki Tiga arti, yang pertama Mati pada Pucuknya Tumbuh-tumbuhan, yang kedua memiliki arti lemah syahwat, dan yang ketiga adalah mati harapan.  Kali ini kita tidak membahas mengenai hal lemah  yang seronok, dan juga kita tidak membahas sebab-akibat maupun penyebab-penyebab mati pucuk, karena kali ini kitatidak membahas terlalu dalam tentang hal itu, karena kali ini kita akan membahas satu tokoh yang bernama Abraham yang kita kenal sebagai Bapa orang beriman,  telah kita ketahui pasti dari Alkitab bahwa Abraham memperoleh keturunan tatkala di usia tua. Ayat di atas menjelaskan tentang Abraham yang telah mati pucuk atau mati harapan.

Ayat di atas menjelaskan bahwa dari satu orang yang telah mati pucuk, mati harapan terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya, di usia yang sangat tua, harapan mulai punah atas Abraham, seolah-olah harapan untuk memperoleh keturunan dari sarah isterinya itu akan kandas, dan mungkin saja ia bisa bergumam di dalam hatinya sampai akhir hidupnya ia tidak akan memiliki keturunan, namun di saat seperti itu, Allah mulai menyatakan janjiNya atas Abraham, disaat-saat tidak ada jalan keluar, di saat-saat hampir-hampir putus harapan disanalah Allah mulai menggenapi janjiNya atas Abraham, dan melalui dari Abraham lah lahirnya bangsa Israel, dan oleh karena kejadian itulah sampai sekarang Abraham dikenal sebagai Bapa orang banyak, atau bapa orang beriman, oleh karena kesetiaan Abraham maka ketika ia hidup, ia hidup dalam janji-janji Allah.

Nah, sekarang kita kaitkan dengan kehidupan kita, adakah kita akhir-akhir ini mengalami mati pucuk dalam kehidupan kita? Mati harapan? Ataukah kita sudah mati akan janji-janji Allah dalam kehidupan kita ini? Tidak percaya lagi akan  janji-janji Allah? Masalah yang tak selesai-selesai dan malahan makin bertambah-tambah? Ada ayat lain yang berkata demikian 2Petrus 3:9. : “ Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat “ . Tuhan tidak pernah lalai dalam menepati janjinya, malahan Ia sabar terhadap kita suapay kita makin mendekat dengan Dia, makin meneganl  Allah, makin seirama dengan Allah kita, dan tentunya kita kita akan di tuntun dalam suatu ketaatan dan kesetiaan akan kehidupan kita akan Dia, dan tak jarang terkadang oleh masalah-masalah yang terjadi dalam hidup akan menuntun kita kepada hal besar rencana Allah yang akan di genapi dalam kehidupan kita.

Tuhan mau supaya hidup kita berfungsi seutuhnya, bukan saja terhadap diri pribadi kita saja tetapi melalui kejadian kehidupan kita ini banyak kepercayaaan besar yang mau Tuhan nyatakan, banyak orang berubah dari cara prilaku hidup kita ketika kita mnyelesaikan masalah –masalah hidup kita. Jadi saya mengajak semua pembaca untuk tetap setia terhadap janji – janji Allah, sekalipun sepertinya tidak ada harapan, mati pucuk, percayalah, bahwa Allah tidak pernah lalai atas janjiNya, Dia mau hidup kita itu berubah dan berbuah dan membuahi banyak orang dengan cita rasa kehidupan yang penuh aroma kehidupan yang telah kita jalani, pesan saya, tetap semangat dan bersemangatlah dan jangan mau mati pucuk, Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: