God is Love


Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya.- Ratapan 3:22

Bill tidak menerima banyak surat ketika ia bertumbuh dewasa. Ketika ayahnya berpergian, yang sering sekali dilakukannya, ia akan melakukan beberapa kali sambungan telepon jarak jauh. Ketika Bill akan pergi ke perkemahan musim panas atau beberapa perjalanan lainnya, ibu Bill-lah yang biasanya bertanggungjawab atas penulisan surat. Tetapi, sekali-kali, ketika ayahnya sedang berada dalam perjalanan bisnis yang diperpanjang, atau ketika Bill berada di perguruan tinggi selama beberapa bulan, ia akan menerima surat dari ayahnya. Sejujurnya, Bill tidak begitu ingat isi surat-surat tersebut. Yang ia ingat adalah cara ayahnya menutup suratnya kepada Bill. Tanpa pernah terlewatkan sekalipun, kalimat terakhir dari surat ayah Bill selalu mengatakan hal yang sama: “Ingatlah untuk mengasihi orang-orang yang sangat membutuhkan kasih. Dari Ayah.” Tetapi beberapa surat yang diterima oleh Bill dari ayahnya selalu diakhiri dengan ungkapan yang sama. “Kasihilah orang-orang yang sangat membutuhkan kasih.”

Walaupun memiliki kekurangan sama seperti kita semua, kehidupan ayah Bill adalah sebuah kesaksian dari ungkapan di atas. Di samping semua aktivitas bisnisnya, setiap hari Minggu siang selama 25 tahun, ayah Bill akan memimpin nyanyian pujian dan pelajaran Alkitab bagi sekitar 100 wanita yang terbelakang di Rumah Sakit Negara Kalamazoo di Michigan. Ayah Bill bahkan bersedia untuk mengganti jadwal kepergiannya agar ia dapat segera pulang ke rumah dan berjumpa dengan wanita-wanita itu di minggu tersebut.

Ketika situasi para pengungsi dari Vietnam menghujani negeri mereka,  ayah Bill mengadopsi 4-5 keluarga, membawa mereka ke Kalamazo dan menyediakan rumah bagi mereka. Ia mencarikan pekerjaan dan mobil bagi mereka, dan membantu mereka untuk membuka usaha sendiri walaupun harus melewati banyak kesukaran.

Dalam perumpamaan mengenai anak yang hilang, kasih ayah kepada anaknya adalah kasih yang teguh. Kasih ayah tersebut tidak pernah berakhir walaupun sang anak telah mengambil separuh dari harta warisan yang disediakan baginya. Ketika sang ayah melihat anaknya dari jauh, ia memiliki belas kasihan atas putranya dan berlari menyongsong dia serta memberikan pelukan dan ciuman! Tuhan itu sama seperti sang ayah dalam perumpamaan tersebut. Kasihnya tidak berkesudahan.

Tuhan mengasihi kita sebagaimana kita adanya. Ia melakukan kehendak Tuhan dalam hidupNya. Ia menunjukkan kasih kepada mereka yang kita pikir sukar untuk dikasihi, seperti para pelacur, pemungut pajak, pendosa, dan orang-orang lain yang kita anggap sebagai sampah masyarakat. Ia mengampuni dosa kita dan menolong mereka untuk mencari jalan kembali kepada Tuhan! Yesus menunjukkan kepada kita bagaimana kita harus mengasihi orang lain. Kita tidak dapat mengasihi orang lain dengan kasih kita sendiri. Kita perlu mempergunakan kasih Tuhan untuk mengasihi orang lain. Kita perlu melihat bagaimana Tuhan memandang mereka. Semua orang berharga bagi Tuhan.

Jika kasih Tuhan bagi kita tidak berkesudahan, bagaimana mungkin kasih kita berhenti?

Tantangan mengenai kasih yang teguh adalah bagaimana kita:-

  • Mengasihi mereka yang sulit untuk dikasihi
  • Mengasihi bahkan ketika sulit bagi Anda untuk mengasihi
  • Mengasihi tanpa mencari imbalan sebagai balasannya

Mari kita lihat apa yang harus kita lakukan untuk dapat mempraktekkan kasih yang teguh ini:

Pembahasan

Mengisi ulang tangki rohani Anda

Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. -1 Sam 30:6

Ketika tekanan begitu banyak, Daud meninggalkan kerumunan, semua tuntutan yang ada dan semua kesempatan untuk melayani. Ia mengambil waktu untuk keluar. Ia kembali ke dasar, pergi menyendiri agar ia dapat memiliki percakapan yang lama dengan Tuhan. Ia mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Ia mengingatkan dirinya sendiri akan kasih dan janji Tuhan kepadanya serta kesediaan Tuhan untuk menolongnya. Jadi Daud mengambil waktu untuk menikmati kasih Tuhan. Ia harus ingat bahwa dirinya berarti bagi Tuhan, dan bahwa ia adalah anak Allah.

Yesus melakukan hal yang sama. Setelah menyediakan waktu yang lama untuk mengasihi, melayani, memimpin, menasehati dan mengajar orang-orang, Ia akan meninggalkan orang banyak dan pergi ke gunung untuk berdoa. Kadang-kadang Ia akan menyeberangi Laut Galilea untuk mengisi diriNya sendiri melalui percakapan dengan Bapa. Jika orang-orang seperti Daud dan Yesus perlu pergi dan mengisi diri mereka secara rohani, begitu juga dengan kita!

Jika Anda tidak memiliki kebiasaan yang teratur untuk menyisihkan waktu dengan Tuhan, buatlah komitmen untuk menyisihkan waktu mempelajari Alkitab dan berdoa setiap hari. Bisa pada pagi hari, sore, atau pada saat makan siang. Waktu yang Anda pilih tidaklah sepenting kenyataan bahwa Anda sedang menyisihkan waktu dengan Tuhan setiap harinya. Berada dalam hadiratNya akan mengisi ulang tangki Anda. Ketika Anda berbicara dengan Tuhan, Anda dapat menuangkan semua kesulitan dan beban Anda kepadaNya. Ia tidak pernah terlalu sibuk untuk mendengar! Ingatlah bahwa Tuhan ingin memiliki persekutuan dengan Dia karena Ia menciptakan manusia untuk bersekutu denganNya! Dengan menyisihkan waktu bersama Tuhan, Anda menyesuaikan tujuan Anda kembali kepada Tuhan dan mengijinkan Dia untuk menolong Anda mengasihi orang lain yang kelihatannya sukar untuk dikasihi!

Mengisi ulang tangki emosional

Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat    TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.- Keluaran 20:9-10

Ada satu tolak ukur yang perlu Anda perhatikan dalam usaha untuk mengasihi orang lain dalam jangka panjang – ukuran bahan bakar emosi Anda. Percaya atau tidak, Anda dapat membuat persediaan rohani Anda terisi dan tetap merasa bahwa kita kekurangan kasih. Jika hal ini terjadi, hal ini mungkin disebabkan karena Anda telah menghabiskan persediaan emosi Anda. Anda dapat menikmati persekutuan yang indah dengan Tuhan dan tetap tidak memiliki kerinduan untuk mengasihi orang lain karena Anda kosong secara emosi. Dua hal yang dikatakan oleh para ahli untuk membantu kita tetap segar secara emosional adalah bersantai dan berekreasi. Jika kita menyisihkan waktu untuk hal ini, kita akan menjaga tangki kita untuk tetap penuh. Jika kita mengabaikan hal ini, kita sebenarnya sedang mencari kesukaran.

Tuhan menciptakan hari sabat bagi manusia. Ia bahkan memberikan instruksi kepada manusia untuk beristirahat! Kita adalah manusia dan kita tidak dapat bekerja terus menerus. Bahkan mesin pun memerlukan waktu untuk beristirahat! Untuk beberapa orang, bersantai dapat dilakukan secara alami. Untuk orang lain, bersantai dan berekreasi itu seperti mencabut gigi. Jika Anda merasa berada di bawah secara emosional, sisihkan waktu untuk bersenang-senang dan berekreasi di minggu yang akan datang. Jika Anda tidak memiliki hobi atau hal menyenangkan untuk dilakukan, cari beberapa kegiatan. Hubungi teman yang baik dalam hal bersantai dan bermain-main dan mintalah mereka untuk mengajak Anda untuk pergi dan mengajarkan Anda bagaimana caranya untuk bersantai! Ketika Anda santai, Anda dapat mengasihi orang lain dengan mudah. Jika secara emosional Anda tidak dapat bersantai, Anda tidak dapat mempraktekkan kasih yang teguh.

Menjaga tangki fisik Anda untuk tetap penuh

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! – 1Korintus 6:19-20

Ada satu ukuran lagi yang perlu Anda perhatikan. Apa yang terjadi pada hubungan Anda ketika Anda lelah secara fisik? Anda tahu apa yang akan terjadi. Terjadi perang, atau hubungan mulai mati karena terabaikan. Saya menemukan bahwa ada banyak orang yang mengembara – yang lelah secara fisik. Banyak dari mereka tidak sadar bahwa hal ini melemahkan usaha mereka untuk mengasihi orang lain. Mereka tidak sadar bahwa diperlukan energi – bukan hanya energi secara rohani dan emosional saja – tetapi juga energi secara fisik – untuk sungguh-sungguh melayani seseorang. Orang yang lelah secara fisik tidak dapat menghimpun energi seperti itu. Dan orang yang lelah cenderung untuk mudah tersinggung, kritis, bertahan, dan negatif. Kita perlu menjaga agar tangki fisik kita diisi jika kita ingin teguh dalam mengasihi orang lain.

Jika Anda memiliki kebiasaan makan yang buruk, tubuh Anda tidak berbentuk, gagal untuk memiliki waktu tidur yang cukup secara teratur, atau memperlakukan tubuh Anda dengan buruk dalam cara apapun juga, buatlah komitmen dengan diri Anda  untuk memutuskan beberapa kebiasaan yang buruk dan memulai beberapa kebiasaan yang baik. Ini adalah satu area di mana dorongan dan pertanggungjawaban dari teman-teman adalah hal yang penting. Mintalah seorang teman untuk mendukung Anda ketika Anda mengembangkan kebiasaan baru untuk mempedulikan kesehatan fisik Anda. Semuanya bermula dari pikiran dan kemudian bergerak menjadi suatu tindakan. Ingatlah bahwa kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. (Efesus 2:10). Jadi jika Anda ingin melayani Tuhan dalam potensi yang tertinggi, mulailah untuk merawat tubuh Anda secara fisik. Jika Anda sehat (Anda tidak akan mudah tersinggung, suka bersungut-sungut, atau menjadi negatif), Anda akan memiliki lebih banyak energi untuk membagikan kasih yang teguh dengan orang lain.

Diskusi

1.        Siapakah yang telah menjadi contoh kasih yang teguh dalam hidup Anda?

2.        Menurut Anda, apakah artinya mencari kekuatan dari Tuhan?

Jika Anda ingin memiliki kasih yang teguh dan peduli pada orang lain dalam jangka waktu yang panjang, kita perlu belajar untuk mengukur kehidupan kita dan memastikan bahwa level tangki kita tidak terlalu rendah. Dengan menggunakan grafik di bawah ini, ambillah waktu untuk mereview 3 area yang telah kita diskusikan.

Tangki rohani Anda

|——–|——–|———-|—————|

Kosong  Rendah   1/2 penuh Penuh     Melimpah

Tangki emosi Anda

|——–|——–|——–|—————|

Kosong  Rendah   1/2 penuh Penuh     Melimpah

Tangki fisik Anda

|——–|——–|——–|—————|

Kosong  Rendah   1/2 penuh Penuh     Melimpah

3.        Area mana dalam kehidupan Anda yang tingkatnya paling rendah, dan apa yang Anda perlu lakukan untuk mengisinya di area ini?

4.        Area mana dalam kehidupan Anda yang tingkatnya paling tinggi, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi pendorong bagi orang lain di area ini?

Kesimpulan

Untuk memiliki kasih yang teguh, kita harus memastikan bahwa tangki rohani, emosi dan fisik kita berada dalam tingkat yang sehat. Kita tidak dapat mengasihi orang lain dengan kasih yang teguh jika salah satu dari 3 area di atas rendah atau kosong. Kita perlu untuk terus menerus mengisi ulang diri kita dan mencari Tuhan setiap hari serta melakukan bagian kita dalam menjaga agar emosi dan fisik kita tetap sehat!

Disadur dari Pelajaran mengenai Kasih oleh Bill Hybels bersama dengan Kevin dan Sherry Harney

Re_Shared and Editing By :

https://marudutsihombing.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: