Kemiskinan Dunia


Saat ini kemiskinan adalah sebuah isu global yang terus diperangi.  Dari sudut pandang antropologis, kemiskinan merupakan salah satu penyebab komunitas menjadi rusak.  Karena mereka tidak bisa dapat pendidikan yang boleh membantu mengubah cara berpikir. Mereka tidak dapat gizi yang cukup sehingga angka kematian bayi makin tinggi dan komunitas yang tinggal adalah angkatan tua yang juga sudah kepayahan. Bila kita mencoba merenungkan isu ini, pasti kita akan menemukan beberapa alasan dan dampak lainnya akibat kemiskinan.

Apakah Tuhan Yesus Kristus peduli akan orang-orang miskin? Jawabannya Ya, Pasti! Karena Tuhan Yesus banyak hidup dengan orang-orang kalangan bawah. Bahkan dalam Matius 25:31-46, Yesus menyatakan bagaimana kita seharusnya bersikap terhadap orang yang paling hina.

Apakah Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberantas kemiskinan materi? Bukan itu tujuan terutama Tuhan Yesus, karena fokusnya adalah untuk memperkaya orang yang miskin secara rohani.  Manusia yang rusak secara rohani adalah isu kekal yang dihadapi dari jaman ke jaman.

Perkataan Tuhan di Matius 5, ‘Berbahagialah orang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan surga’ merupakan sebuah perkataan yang melawan arus. Kita perlu ingat bahwa para pengikut Yesus yang mendengarkan khotbah di bukit kebanyakan bukanlah orang kaya. Mereka adalah rakyat biasa. Fokus yang Tuhan Yesus mau sampaikan adalah kalau kita menempatkan diri sebagai yang tak berdaya untuk memperbaiki kemiskinan jiwa ini dan membuka diri agar Yesus bekerja dalam hidup, maka kita memiliki kerajaan surga dengan segala anugrahnya.  Sayangnya banyak orang yang miskin secara rohani, tetapi merasa kaya dalam pengetahuan dan logika sehingga mereka tidak mau merendah di hadapan Tuhan Allah. Memiliki kerajaan surga adalah kekayaan terpenting yang bisa membuat kita berbahagia.  Kebahagiaan ini bukanlah semu.

Kebahagiaan ini akan menjadi milik kita selamanya, bila kita menempatkan diri rendah dihadapan Tuhan Allah.  Kebergantungan kita secara total kepada Tuhan akan menolong kita menjalani hidup yang semakin kaya secara spiritual hari demi hari.  Mari kita bawa kebahagiaan ini juga kepada mereka yang membutuhkan, karena Tuhan Yesus peduli pada orang-orang yang miskin secara materi.  Kita tidak bisa mengisolasi kebahagiaan ini hanya menjadi milik kita tanpa membagi kelebihan kita kepada mereka yang berkekurangan.Mari rekan-rekan,berbagilah bagi mereka kita tidak sendiri,bagi rekan2 yang yang mau membagi sesuatu bagi mereka,melaui marudutsihombing’blog,saya akan menunjukanya,dan mengarahkannya,..selamat melayani,Tuhan Yesus Memberkati,Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: