Hati-Hati Menjaga Hati


Bayangkan sebuah rumah. Rumah semegah dan semewah apa pun, akan tidak sehat dan nyaman apabila kotor. Penuh debu dan sampah dimana-mana. Sebaliknya rumah yang sederhana, tapi resik dan bersih, terawat baik, akan membuat penghuninya sehat dan merasa nyaman.

Begitu juga dengan hidup kita. Umpama hati kita itu sebuah rumah. Hidup kita walau sederhana, akan sehat dan nyaman kalau hati kita “bersih” dari segala kotoran; pikiran buruk, niat buruk, akar pahit, dendam kesumat, kekecewaan yang dipelihara. Sebaliknya hidup walau bergelimang materi dan kemewahan, tapi kalau hati kita dipenuhi berbagai kebusukan, hidup kita pun tidak akan terasa nyaman. Dan tidak sehat pula.

Maka memang menjaga hati itu penting. Sebab bagaimana pun hati akan mempengaruhi pikiran. Dan pikiran kita tidak bisa tidak akan mempengaruhi tindakan dan sikap kita. Tindakan dan sikap kita pada akhirnya akan menentukan hidup kita selanjutnya; positif atau negatif, produktif atau konraproduktif.

Contoh: kalau hati kita gembira, bebas dari segala pikiran buruk dan dendam terhadap yang lain, pikiran kita juga cerah. Kita akan melihat hidup kita dengan penuh syukur. Sikap dan tindakan kita pun akan menjadi positif dan produktif. Realsi denganaborang-orang di sekitar pun akan baik-baik saja. (Bandingkan Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Ini juga yang dikatakan dalam Amsal 4:23. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Menjaga hati dari apa? Dari segala sampah kehidupan; pikiran buruk, niat buruk, akar pahit, dendam kesumat. Hal-hal yang pada akhirnya akan merampas sukacita dan damai sejahtera kita.

Bagaimana cara kita menjaga hati? Pertama dan terutama, doa. Berdoalah untuk kebersihan hati kita. Mohon Tuhan mengambil “sampah-sampah” dalam hati kita. Kedua evaluasi diri, sisihkan setiap hari saat khusus untuk mengevaluasi; bisa sendirian bisa bersama keluarga. Apa-apa yang selama sehari yang lalu kita lakukan yang salah; kata dan sikap mana yang telah menyakitkan hati orang lain. Evaluasi diri membuat kita bisa mengerti mana yang perlu diperbaiki dari sikap dan sifat kita, mana yang perlu ditingkatkan. Hanya orang yang mau mengevaluasi diri yang akan mengalami pertmbuhan rohani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: