Rela memberi dengan sikap hati yang benar


Kemurahan hati adalah sebuah karakter yang agung dan mulia, dimana Yesus pun memasukkannya menjadi salah satu karakteristik nilai (value) dalam norma kehidupan kerajaan Allah (Mat 5:7). Apa sebenarnya hakikat dari sikap murah hati yang dimaksudkan oleh Yesus disini?

Seringkali dalam pembicaraan pada umumnya, orang yang murah hati adalah orang yang suka memberi (dermawan). Ini tidak 100% salah. Tetapi, kita perlu teliti lebih jauh lagi, bagaimana sikap hati dari pemberi itu sendiri. Memberi sumbangan dana dan sembako dalam jumlah yang besar tidaklah menjamin bahwa si penyumbang adalah orang yang murah hati seperti yang Tuhan Yesus maksudkan dalam Mat 5:7. Sikap murah hati tentunya bukan hanya sekedar kerelaan menyumbang, tapi yang lebih penting adalah apa yang menjadi dasar kerelaan itu dilakukan.

Sebagai orang Kristen, tentu motivasi utama kita dalam memberi adalah bukan agar satu saat kita pun akan diberi. Tetapi, sebaliknya: oleh karena kita sudah diberi banyak oleh Tuhan maka kita pun rindu membagikan kemurahan Tuhan itu kepada orang yang membutuhkan.

Ingat, jangan sampai dibalik, yaitu agar kita diberi banyak oleh Tuhan, maka kita harus banyak memberi. Ini tidak benar, ini adalah sikap manipulatif yang tidak memperkenan hati Tuhan. Ini bukan sikap murah hati yang sejati.

Adakalanya, dalam hal memberi pun, kita kurang memberikan yang terbaik. Ada banyak pemberian kepada korban bencana alam adalah pemberian yang sudah tidak layak pakai. Nah, seyogyanya, hal ini jangan sampai terjadi pada diri orang Kristen. Jika kita mau memberi, marilah kita memberi yang terbaik dan bukan dengan motivasi ‘cuci gudang’ (hanya karena ada banyak barang tak terpakai di gudang yang perlu dibuang).

Ingat, di mata Tuhan, sikap hati dalam memberi jauh lebih penting daripada besarnya pemberian itu sendiri. Marilah kita rela memberi dengan sikap hati yang benar dan dijamin 100% Tuhan pasti senang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: