Mencapai Garis Kemenangan


Salah satu perlombaan yang cukup unik di Singapura dan negara asia lainnya adalah perlombaan “dragon boat”.  Kelompok terdiri dari beberapa pendayung, seorang penabuh genderang dan pengemudi di ekor perahu.  Sepanjang lomba, meningkat atau menurunnya semangat para pendayung terletak pada koordinatornya, si penabuh. Jadi semua orang akan fokus dan percaya total pada arahannya.  Kemenangan pasti diperoleh oleh kelompok yang mendayung dengan satu hati (harmonis), konsentrasi/fokus untuk ikuti aba-aba dari si penabuh genderang dan dengan sekuat tenaga mendayung. Tentu orang yang pegang kemudi di belakang juga mengikuti arahan sang penabuh.

Intinya adalah pandangan dan tenaga para pendayung tidak lepas dari titik orientasi di depan.  Kemenangan sudah ditangan ketika semua fokus kepada sang penabuh.

Dalam kehidupan kristiani, kalau fokus kita terlepas dari Yesus Kristus sebagai kepala dan pengarah, sulit bagi kita untuk sampai garis kemenangan perlombaan iman. Dalam peringatan Paskah ini, kemenangan diawali dengan salib (penderitaan).  Tanpa memusatkan pandangannya kepada Bapa dan kehendakNya, Yesus sebagai manusia akan sangat kesulitan memenuhi ketaatan.  Ketaatan pada arahan membawa pada kemenangan. Itulah momen kebangkitan. Demi ketaatanNya pada Allah Bapa, Yesus menyerahkan hidupnya dengan kerelaan. Untuk itulah, dia kembali memperoleh kehidupan dengan tubuh yang baru sebagai bukti bagi mereka yang percaya pada Yesus juga akan memperoleh tubuh kebangkitan yang mulia. Itulah kemenangan paskah.

Murid-murid juga memfokuskan pandangannya pada Yesus, Tuhan dan Allah mereka (menurut perkataan Tomas). Untuk itulah, mereka memperoleh kemenangan yaitu hidup kekal yang dijanjikan oleh Yesus Kristus. Semua murid-murid mengalami kemenangan dan mencapai garis finish perlombaan iman mereka melalui penderitaan kecuali Yohanes (mati dengan cara natural, bukan martir).

Saudara/i ytk, anda mau mencapai garis kemenangan dalam hidup ini? Fokuskan pandanganmu pada Yesus Kristus dan firman Allah. Kejarlah nilai-nilai kekal dalam hidup ini. Hiduplah bukan untuk diri sendiri lagi, tetapi untuk Kristus yang sudah mati dan bangkit. Lakukan semua itu dengan setia, maka ketika Kristus datang kedua kali, kita akan memperoleh tubuh kebangkitan yang mulia dan hidup kekal bersama denganNya.

Selamat hidup berkemenangan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: