Action of Love or Action without Love


Tahukah Anda? Binatang yang terbesar adalah ikan paus biru. Panjang tubuhnya mencapai 30 meter. Tembok yang terpanjang adalah tembok besar cina. Panjangnya sampai 1500 mil atau sekitar 2414 km. Pahatan terbesar di dunia adalah Gunung Rushmore. Disana dipahat 4 wajah presiden Amerika setinggi 18 meter lebih. Tetapi, tahukah Anda, kasih yang terbesar di seluruh dunia ini? Kasih yang terbesar adalah kasih Tuhan Yesus kepada kita. Firman Tuhan berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh 15:13). Tuhan Yesus telah memberikan nyawaNya untuk menjadi tebusan kita yang berdosa. Dia rela dipukuli, dicambuk, disiksa bahkan disalibkan demi mengantikan hukuman dosa kita. Tuhan sangat mengasihi kita, tapi apakah kita juga mengasihi Dia?

Dalam Yoh 21:15-17 tercatat bagaimana Simon yang telah menyangkal Yesus tiga kali (pernah gagal membuktikan cinta kasihnya) sekali lagi diberi kesempatan oleh Yesus untuk membuktian kesungguhan cinta kasihnya. Simon ditanya oleh Yesus sebanyak  ia menyangkal Yesus, yaitu: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” (Yoh 21:15, 16, 17).

Apakah Simon mengasihi Tuhan? Apakah Anda mengasihi Tuhan? Barangkali jawaban kita bisa sama seperti jawaban Simon, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”. Tetapi, hal yang dituntut oleh Yesus tidaklah hanya berhenti pada sebuah komitmen perkataan saja, tetapi juga berlanjut pada sebuah komitmen perbuatan (action of love), yaitu “gembalakanlah domba-dombaKu” (Yoh 21:15-17).

Refleksi pertama: “apakah saya sudah mengambil komitmen nyata (action of love) sebagai bukti ‘saya sungguh mengasihi Yesus’?”. Jika belum, jangan tunda untuk melayani Tuhan. Mari segera melayani Tuhan selama hari masih siang. Ladang sudah menguning dan siap untuk dituai.

Refleksi kedua: bagi Anda yang sudah melayani Tuhan, mungkin sudah bertahun-tahun melayani Dia, justru mari kita berhenti sejenak dan merenung, “apakah pelayanan yang saya lakukan selama ini, masih murni didorong semata-mata oleh cinta kasih saya kepada Yesus?” Sebab, bukan tidak mungkin kita “setia” melayani Tuhan, tetapi sebenarnya hati kita jauh daripada Tuhan (action without love). Ingatlah sebuah kebenaran rohani ini: “anda mungkin bisa melayani Tuhan tanpa mengasihiNya, tetapi anda tidak mungkin bisa mengasihi Tuhan tanpa melayaniNya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: