SUKACITA DALAM PELAYANAN


Ada hal yang perlu kita tanyakan, mungkinkah Di dalam pelayanan kita, adalah pelayanan dengan duka ? Jawabannya mungkin ya, bisa saja dalam pelayanan seseorang tidak ada sukacita tetapi yang ada, adalah dukacita. Mengapa tidak ? bukankah pelayanan adalah suatu sikap hidup pengabdian dari seseorang kepada Tuhan yang diwujudkan di dalam pelayanan kepada sesama, dan tentunya di dalam pelayanan ini bisa ada, berbagai kendala yang menyebabkan suatu situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan, bahkan menjadi menjadi suatu tekanan yang berat. Pelayanan kita telah kehilangan sukacita,

Ada hal yang perlu kita ketahui berkaitan dengan pelayanan:

Pertama bahwa pelayanan adalah suatu pengorbanan dari seorang percaya kepada Tuhan sebagai tanda kasihnya, pelayanan yang tidak rela berkorban adalah bukan pelayanan, namun merupakan suatu pekerjaan yang hanya menuntut timbal balik.Pelayanan kepada Tuhan memang berarti kita mau taat dan mengikuti pimpinan dan kehendak-Nya yang sangat mungkin tidak sesuai dengan kehendak/keinginan diri sendiri yang bisa saja justru bertolak kebelakang, namun kita harus taat, bukankah ini suatu dilemma bagi orang yang mau melayani?

Kedua dalam pelayanan perlu ada sukacita, karena pelayanan yang tidak ada sukacita adalah pelayanan yang tidak berkenan kepada Tuhan, dengan kata lain pelayanan tampa sukacita, adalah pelayanan yang tidak mungkin dijalankan dengan pengucapan syukur, sebaliknya mungkin penuh dengan keluhan dan penggerutuan kepada Tuhan. Pelbagai protes bisa saja terlontar, secara sadar ataupun tidak sadar, sengaja ataupun tidak sengaja. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi.

Ketiga dalam pelayanan, perlu ada sukacita dalam Tuhan , karena itulah perintah Tuhan  supaya umat-Nya boleh melayani dengan sukacita. Yang juga terus menerus disampaikan oleh Rasul Paulus berulang-ulang kepada segenap orang yang percaya. Sukacita dalam pelayanan ini adalah mutlak harus ada di dalam pelayanan, karena sukacita seperti oli pada mobil yang memberikan pelumasan pada mesin untuk tetap berjalan dengan baik.

Marilah kita melihat apa yang dikatakan Firman Tuhan:

“ Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Bahkan bersukacitalah Senantiasa ( Fil 4:4, 1 Tes 5:16 )

Dan ingatlah bahwa bahwa dalam pelayanan perlu kita ada sukacita dalam pengharapan, seperti yang dikatakan oleh Rasul Petrus, “ … bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.( I Pet 4:13 ), Biarlah kita melayani sesuai paradox yang Rasul Paulus katakan “sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita;…(II Kor 6:10)

Apakah pelayanan anda saat ini dengan duka dan paksa, marilah kita koreksi, dimana pelayanan ini menjadi pelayanan dengan Sukacita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: