KESETIAAN ADALAH KEHARUSAN BUKAN PILIHAN


Siapapun di dunia ini tentunya setuju bahwa dalam kehidupan dibutuhkan kesetiaan dalam segala hal, dan juga dalam segala bidang!

Kesetiaan dari Para pemimpin bangsa dalam tugas pengabdian mereka terhadap bangsa dan Negara adalah hal yang begitu di dambakan oleh rakyat, dan betapa bahagia bangsa yang memiliki pemimpin yang melayani, bukan pemimpin yang ditaktor, atau pemimpin berlaku sewenang-wenang dengan kekuasaannya. Tetapi Kesetiaan ini juga bukan hanya untuk para pemimpin dalam suatu Negara, tetapi juga berlaku untuk segenap lapisan masyarakat dengan tugas panggilannya masing-masing. Dimana semua anak bangsa, sebagai bagian dari masayarakat juga setia terhadap bangsa dan Negaranya.

Kesetiaan Para suami dan isteri untuk tetap menjaga janji dan ikrar cinta yang diucapkan terhadap pasangannya masing masing, yang tidak goyah dimakan waktu , yang tidak berubah karena keadaan, atau juga kesetiaan para orang tua yang menjalankan tugas dan peranan dengan mengayomi anak-anaknya bertumbuh dalam biduk kasih dalam  relasi ayah dan ibunya, dan kesetiaan dari anak-anak yang menjawab respon dari orang tua mereka dengan menjadi anak-anak yang baik yang belajar dengan baik

Kesetiaan terhadap profesi, dimana setiap orang sesuai peranannya masing-masing menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin, dalam bidang pemerintahan, keamanan, peradilan, bisnis dan , keamanan, pendidikan, riset dan Teknologi dll.

Kesetiaan Umat Tuhan kepada Tuhannya, seperti yang Nabi Hosea sampaikan  bahwa “ “Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa.”(Hos 12:7) kata kasih disini adalah perkataan Ibrani yang berarti “hesed” yang dapat diekpresikan  kesetiaan dan setia adalah seharusnya kharakteristik dari umat Allah, kepada Allah.

Sebab itu Kesetiaan adalah bukan pilihan, tetapi adalah keharusan, namun sayang sekali ternyata dalam kehidupan ini rupanya kesetiaan bukan menjadi keharusan, sehingga lebih mirip pilihan dan akibatnya orang yang setia menjadi begitu langka, seperti yang dikatakan kitab Amsal “ Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?(Ams 20:6).

Kesetiaan kepada Tuhan,  begitu diharapkan ditemukannya diantara umat manusia seperti yang diserukan Nabi Mika ataupun seruan Tuhan Yesus kepada para ahli Taurat dan orang Farisi( Mik 6:8 bdk Mat 23:23). Pertanyaan bagi kita Apakah Kesetiaan kepada Tuhan itu masih ada? silahkan memeriksa hati kita masing-masing! Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: