Singkatan Mentor dan Uraian


Lanjutan Mentoring…….

mentorrKata MENTOR jikalau disingkat akan memiliki makna secara rohani yang berkaitan dengan kepemimpinan dalam sebuah proses mentoring dan pemuridan. Makna kata tersbut adalah :

M = Membapai.
Mengasihi dan mengayomi, menyayangi, haruslah bisa menerima para menteenya yang baik maupun yang jahat sekalipun. Dan seorang mentor juga haruslah mengasihi, mengayomi orang yang sedang di mentor dalam kasih Bapa surgawi.
E = Edukatif.
Pengetahuan yang luas, pandangan yang luas adalah sangat peting bagi seoarang mentor, karena seorang mentor harus bisa member solusi bagi para menteenya. Dan seorang mentor itu harus mengajar prinsip-prinsip kebenaran yang berdasarkan Firman Tuhan dan juga melatih para muridnya sehingga mereka memiliki kapasitas yang cakap sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan pada mereka masing-masing.
N = Nasehat.
Memberi nasehat, membimbing, adalah salah satu poit penting bagi seorang mentor. Dan juag seorang mentor itu adalah harus bisa memberikan nasehat dan bimbingan kepada para muridnya sehingga hidup mereka dapat di bangun dan di kuatkan tatkala berada dalam masalah atau pergumulan hidup.
T = Teladan.
Point penti yang yang lain bagi seorang mentor adalah sebagai contoh teladan hidup bagi para menteenya. Dan juag seorang mentor yang sejati dan benar adalah harus menjadi contoh teladan bagi seseorang yang sedang di mentornya, alasannya adalah seoarang mentor adalah contoh hidup bagi menteenya dan juga kehidupan seorang mentor adalah juga bisa menginspirasi bagi mereka yang sedang di mentornya.
O = Orisinil.
Seorang mentor juga harus tampil apa adannya didepan para muridnya dan tidak menunjukan bermuka dua, sekalipun kita sebagai mentor banyak kelemahan kita biarkanlah mereka tahu apa adanya, dan biarkanlah mereka belajar juga dari kelemahan kita juga.
R = Relasional
Dalam hal ini seorang metor haruslah memiliki hubungan yang sangat erat dengan para menteenya, dan harus terus dikembangkan atau di bangun sebagai suatu proses pementoran maupun sebgai proses pemuridan.

6 Alasan Mengapa Mentoring itu Penting


Lanjutan Mentoring……..

mentorings1. Mentoring atau Pemuridan adalah sarana pendewasaan Jemaat untuk menjadi murid Kristus yang sejati.
Ketika Petrus berkhotah di depan banyak orang, tiga ribu orag dari antara mereka bertobat dan merespons khotbah Petrus. Selanjutnya apakah yang di lakukan oleh para Rasul? Para rasul kemudian memfollow up kepada tiga ribu petobat baru tersebut dengan mementor atau memuridkan mereka dan membeikan kepada mereka pengajaran tentang doktrin-doktrin kekristenan. (Mat. 28:18-20; Kis. 2:41-42)
2. Mentoring atau Pemuridan adalah sarana untuk mengarahkan setiap orang Kristen untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus mengajak Petrus untuk di mentor atau di muridkan olehNya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia akan menjadikan Petrus dari seorang penjala ikan menjadi seorang penjala manusia. jadi menurut saya, Sudahlah seharusnya Proses Pementoran maupun Proses Pemuridan harusnya menjadi denyut nadi, denyut jantung GerejaNya sehigga misi Kristus bagi keselamatan dunia bisa tercapai. (Mat. 28:19-20)
3. Untuk mempersiapkan dan melatih para Penuai.
Mentoring atau pemuridan adalah wadah bagi gereja Tuhan untuk melatih setiap jemaat untuk menjadi para penuai jiwa bagi tuaian raya di akhir zaman, yang pasti akan terjadi sesegera mungkin.
Tujuan yang di miliki oleh Tuhan Yesus dalam mementor maupun memuridkan para murid adalah untuk mempersiapkan para murid menjadi para penuai jiwa yang siap dan punya kemampuan untuk menggantikanNya dalam melanjutkan pekerjaan penginjilan kepada semua bangsa yang belum terselasaikan saat Ia naik kesorga. (Mark. 16:15-20; Lukas 10:1-12).
4. Supaya kehidupan orang setiap percaya dapat berbuah.
Panggilan Amanat Agung tidak hanya berlaku bagi GerejaNya di muka bumi ini, tetapi juga bagi kita semua yang telah menerima anugerah keselamatan yang dari Dia. Yesus mau agar lewat keselamatan yang di anugerahkanNya pada kehidupan kita dapat berbuah ( Yoh.15:16; Efesus 4:17-32; Mat. 3:1-10; Galatia 5:19-26; Roma 16:2-5; IKor. 9:1; Mat. 28:18-20; Gal. 5:22). :
a. Berbuah dalam Pertobatan
b. Berbuah dalam Karakter
c. Berbuah dalam Pelayanan
d. Berbuah dalam Jiwa-jiwa.
5. Untuk membangun Gereja yang sehat dan kuat.
Tujuan Allah dalam mengaruniakan jawatann rohani atau kapasitas kerohanian pada setiap orang-orang kudus seiring dengan pertumbuhan rohani yang di miliki masing-masing adalah untuk (Ef. 4:11-16; Mat. 7:15-20).
1. Memperlengkapi setiap orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.
2. Memperlengkapi setiap orang kudus bagi pembangunan tubuh Kristus.
3. Mencapai kesatuan iman dan pengetahuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Anak Allah.
4. Tidak di ombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.
5. Tidak di omabng-ambingkan oleh permainan palsu manusia (Nabi palsu) dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.
6. Berpegang teguh pada kebenaran.
7. Bertumbuh didalam kasih dan dalam segala hal kearah Dia (Kristus) yang adalah kepala.
8. Supaya daripadanya seluruh tubuh (orang kudus/jemaat) rapih tersusun dan di ikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya.
9. Supaya sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya didalam kasih.
6. Untuk Regenerasi kepemimpinan dan Mentoring mempertahankan momentum keberhasilan.
Keberhasilan tanpa adanya penerus sama saja dengan kegagalan. Kedua hal tersebut yakni kepemimpinan dan mentoring adalah tentang multiplikasi rohani. Keduanya adalah tentang mengembangkan orang-orang. Mari kita pikirkan dan pelajari dari kisah alkitab tentang kepemimpinan Yosua yang hebat dan luar biasa. Ia memegang kendali kepemimpinan atas bangsa Israel dari tangan Musa. Ia berhasil memimpin bangsa Israel masuk ketanah yang di janjikan Tuhan. Kitab Yosua di akhiri dengan akhir yang sanagat manis dimana Yosua sepanjang hidupnya telah berhasil membawa seluruh bangsa Israel untuk beribadah kepada Allah. Tetapi apakah yang terjadi ketika Yosua tiada? Bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, bangsa Israel meninggalkan Tuhan dan juga mengalami kemerosotan moral sepeninggalnya Yosua.
Menurut saya adalah sangat penting sekali proses Regenerasi dan Mentoring, Musa berhasil mementoring Yosua, tetapi Yosua tidak mementoring maupun memuridkan orang lain menggatikan dia, bagi saya ini adalah suatu kegagalan, oleh karena itu sangatlah penting untuk kita mementor maupun memridkan banyak orang untuk memeprtahankan amaupun melanjutkan tugas selanjut kepada yang lain. (Yosus 24:31; Hak. 2:6;13)

Menguasai Diri


menguasai diri1Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. IPet 4:7..
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat, segala sesuatu itu ada banyak, kemungkinan amarah, dendam, kepahitan, kemiskinan, kehancuran hidup, perceraian, perpecahan, dosa, akhir zaman, dll. Ketika seegala sesuatu yang kita bicarakan tadi itu sudah dekat dan mulai mendekat, apakah respon kita terhadap hal tersebut, apakah kita akan mengikutinya sehingga hal-hal tersebut dapat benar-benar terjadi atau kita dapat menguasainya dan tetap tenang supaya kita tetap berdoa, menyelasaikannya dan tampil sebagai pemenang? Keputusan ada pada diri kita sendiri, alkitab mencatat bahwa kita harus menguasai diri kita dan menjadikannya tenang supaya kita dapat berdoa dan ketika kita berdoa dan tetap tenang maka pertolongan yang dari Tuhan tersebut kita akan terima dan kita akan hadapi semuanya dengan himat yang dari Allah, senyuman, lapang dada, dan tampil sebagai suatu pribadi yang tangguh, yang cakap menghadapi masalah, tegar dan pastinya kita akan menjadi pribadi yang dewasa, pantang untuk digoyahkan, karena kita adalah pribadi-pribadi yang mengagumkan karena pribadi Allah itu sendiri ada pada kita, saya berharap kita dapat menguasai diri dan tetap tenang, berdoa, tepat seperti apa yang telah Firman Tuhan katakan kepada kita, majulah dan tampilah sebagai manusiaNya Allah, kuasailah dirimu!!,.Amin.

Kepercayaan Tuhan


father talking with son silhouette vectorLalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!”
Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
Kedahsyatan Tuhan dalam memberikan kepercayaan kepada orang yang di percayaiNya dan diurapiNya sungguh luar biasa, Yosua adalah contoh kecil didalam alkitab dalam hal menerima kepercayaan dari Allah, selanjutnya kitalah pewaris estafet kepercayaan dan pengurapan yang dari Allah itu, mari mulai terima warisan kepercayaan ilahi tersebut di era sekarang sama seperti yang Yosua alami sebelumnya kitapun pasti akan mengalaminya, mari temukan destinymu didalam kepercayaan dan pemakaianNya bersama Dia, Amin,…

 

Yosua 10:12-14

Cara Yesus Melakukan Mentoring


Lanjutan Mentoring………………

MentoringDalam hal ini Tuhan Yesus pun mementor, yang di kenal dengan pemuridan, Tuhan Yesus berhasil mementor para murdi-muridnya aykni dengan cara mendidik para murid, melatih serta mengembangkan potensi yang ada pada murid-muridNya. Baik dalam hal jasmani maupun rohani mereka. Tujuan untuk membangkitkan dan membentuk para pemimpin dari murid-muridNya.

Ada 3 Metoda proses pementoran atau pemuridan yang Yesus lakukan terhadap murid-muridNya yakni :

a.      Teaching (Mengajar)

Dalam proses mentoring yang dilakukan Tuhan Yesus adalah menegajar para murid supaya mereka dapat memiliki persamaan pemahaman dan persamaan nilai-nilai kebenaran dalam diriNya berdasarkan Kerajaan Allah, sehingga nilai-nilai yang Yesus ajarkan dapat di terapkan oleh para murid-murid Yesus. Baca Proses pengajaran dan apa saja yang Yeseus ajarkan dan  yang Yesus lakukan bagi para murid (Mat.13:1-58; Luk. 12:1-12; Mat. 5:1-12; Luk. 11:1-13; Luk. 12:22-33; 12:35-48; 16:1-9)

b.      Coaching (Melatih)

Tuhan Yesus tidak hanya mengajar para muridnya tetapi Ia juga memeberikan pelatihan pada mereka tentang penginjilan, penyembuhan orang sakit, pengusiran setan, melakukan mujizat, dan lain sebagainya. Tujuan daripelatihan tersebut ialah supaya para murid bisa mengalami dan merasakan langsung hall-hal yang terjadi di area pelayanan yang Tuhan Yesus lakukan. Baca Proses Pelatihan yang Yesus lakukan bagi para murid (Mat. 9:18-24; Luk.8:1-3; Mat. 17:14-21; Mark.6:30-44; Mark. 10:46-52; Yoh. 9:1-7; Luk. 8:22-25)

c.       Fathering ( Membapai).

Tuhan Yesus juga tidak hanya mengajar maupun melatih para muridnya melain juga Ia membapai mereka semua. Ia sangat sabar terhadap prses pementoran yang di lalui bersama murid-muridnya. Banyak kali malahan Ia mengalami hal-hal yang tidak meng-enakkan dari  para muridnya, Ia harus mendapat penyangkalan dari Petrus, ketidak percayaan akan kebangkitanNya dari Thomas, serta kekecewaan dari para murid tatkala tidak ada satupun dari mereka semua yang membantu dan menyertaiNya saat mengalami penyaliban di bukit Golgota. Baca Proses Pembapaan yang Yesus lakukan bagi para murid ( Mark. 9:33-37; Yoh. 13:1-20; Luk. 22:31-34; )

(Sumber : Mentoring by Togi Simanjuntak)

Kitab Ulangan Pentatukh


musaLatar Belakang Kitab Ulangan

Kata “Ulangan” berarti “pernyataan ulang Hukum Allah.” Akan tetapi lebih dari itu. Kitab Hukum yang terinspirasikan ini juga merupakan penerapan hukum Allah bagi generasi kedua bangsa pilihan Allah. Kitab Ulangan juga mencatat khotbah besar yang Musa sampaikan kepada bangsa Israel sebelum mereka menyeberangi sungai Yordan dan menyerbu Kanaan. Kata

pembukaan Kitab ini membantu kita memahami tentang apaKitab Ulangan ini: “Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan … Empat  puluh tahun setelah mereka meninggalkan Gunung Horeb, berbicaralah Musa kepada orang Israel …” (Ul. 1:1, 3).

Dalam Ulangan kita membaca pengulangan dan penekanan kembali dari perjanjian yang dibuat antara Allah dan bangsa Israel di Sinai. Bentuk perjanjian dibuat sesuai dengan pola umum naskah perjanjian di daerah Asia Timur Dekat kuno yang terdiri dari latar belakang historis, daftar kewajiban, uraian mengenai berkat dan kutuk, serta pengaturan untuk menyimpan dan membaca dokumen perjanjian. Dalam Ulangan pola ini ditampilkan dalam bentuk tiga pesan Musa di depan bangsa Israel sebelum ia wafat untuk mengingatkan mereka apa artinya menjadi umat Allah.

Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa (Ul 31:9,24-26; bd. Bil 4:44-46; Bil 29:1) dan diwariskan kepada Bangsa Israel sebagai dokumen Perjanjian untuk dibacakan seluruhnya di hadapan seluruh bangsa setiap tujuh tahun sekali (Ul 31:10-13). Ada kemungkinan Musa  menyelesaikan penulisan Kitab Ulangan ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM. Bahwa memang benar Musa yang menulis kitab Ulangan ini ditegaskan oleh :

  1. Pentateukh Samaria dan Yahudi, Para Penulis PL (Mis. Yos 1:7; 1Raj 2:3; 2Raj 14:6; Ezr 3:2;  Neh 1:8-9; Dan 9:11).
  2. Yesus (Mat 19:7-9; Yoh 5:45-47) dan Penulis PB yang lain  (mis. Kis 3:22-23; Rom 10:19).
  3. Para Cendekiawan Kristen zaman dahulu dan Cendekiawan konservatif masa kini, serta bukti di dalam kitab Ulangan sendiri (Mis. kesamaan susunan dengan     bentuk-bentuk Perjanjian yang ditulis pada abad ke-15 SM).
  4. Kisah kematian Musa (pasal 34; Ul 34:1-12) sudah pasti ditambahkan segera sesudah peristiwa itu terjadi (sangat mungkin oleh Yosua) sebagai  penghargaan yang layak bagi Musa, hamba sebagai hamba Tuhan.

Sebagai Dokumen Pembaharuan Perjanjian, Ulangan disusun sesuai dengan Perjanjian Yakni :

  1. Pengantar (Ul 1:1-5);
  2. Pendahuluan bertalian dengan Sejarah (Ul 1:6-4:43);
  3. Syarat-syarat utama (Ul 4:44-26:19);
  4. Berbagai kutukan dan berkat (Ul 27:1-30:20);
  5. Berbagai ketetapan mengenai kesinambungan Perjanjian itu (Ul 31:1-33:39).

Dengan segala kesungguhan yang dimilikinya, Musa mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel terutama melalui tiga amanat yang bersemangat yaitu :

  1. Amanat Musa yang pertama membahas kembali sejarah dan kegagalan Israel sejak Gunung Sinai serta menantang angkatan yang baru itu untuk takut akan Allah dan taat kepada-Nya (Ul1:6-4:43).
  2. Amanat Musa yang kedua mengulas dan menerapkan banyak hukum perjanjian berhubungan dengan soal-soal seperti melaksanakan Sabat, penyembahan, kaum miskin, hari raya tahunan, warisan, hak milik atas harta benda, kebejatan seks, perlakuan hamba-hamba, dan pelaksanaan kehakiman (Ul 4:44-26:19).
  3. Amanat Musa yang ketiga bernubuat tentang berkat dan kutukan yang akan menimpa Israel sesuai dengan ketaatan atau ketidaktaatan mereka (Ul 27:1-30:20). Pasal-pasal yang sisa termasuk pengangkatan Yosua oleh Musa sebagai penggantinya serta kesaksian mengenai wafatnya Musa (Ul 31:1-34:12).

Cara Barnabas Mementor Paulus


Lanjutan Mentoring………………….

murid2Dengan cara memotivasi saulus, meyakinkan saulus untuk terus dalam pertobatan, dan berusaha meyakinkan para rasul atas pertobatan saulus yang kemudian berubah nama menjadi saulus. Dan dalam hal ini juga Barnabas berhasil mementor saulus yang kemudian menjadi Paulus seorang Rasul Tuhan yang di pakai Tuhan dengan luar biasa di zaman perjanjian baru. Dan tanpa adannya peran serta dari buah pelayanannya Barnabas dalam proses pementorannya yang dilakukannya terhadap paulus, kita (Gereja Tuhan) akan kehilangan orang besar yang bernama paulus diaman kita sebagai orang Kristen tidak akan pernah memiliki Alkitab perjanjian baru, karena hamper seluruhnya kitab perjanjian baru di tulis oleh Paulus.

Oleh karena itu, hari-hari ini, Tuhan sangat membutuhkan orang-orang seperti Barnabas yang bisa melihat potensi orang lain, yang kemudian berani mengambil resiko untuk mementor orang lain, sehingga orang lain tersebut hidupnya menjadi orang yang memberikan kontribusi yang besar bagi Kerajaan Allah.

Sifat-sifat Barnabas dalam proses pementoran yang dapat kita pelajari ialah :

  1. Barnabas adalah seorang mentor yang rendah hati
  2. Barnabas adalah seorang mentor yang tulus hati
  3. Barnabas adalah seorang mentor yang murah hati
  4. Barnabas adalah seorang mentor yang focus pada pembangunan manusia
  5. Barnabas adalah seorang mentor yang mau menerima kekurangan dan kelemahan orang yang sedang di mentornya.
  6. Barnabas adalah seorang mentor yang berkomitmen pada proses mentoring sampai berhasil.

Dan menurut pandangan saya, langkah yang paling tepat yang harus di lakukan      oleh     Gereja Tuhan untuk akhir zaman ini adalah mementor sebanyak mungkin orang     untuk   berpengaruh penting atas orang yang sedang kita mentor untuk menemukan potensinya, serta maksimal dalam Kerajaan Allah, dibutuhkan orang-orang seperti    Barnabas yang berani mengambil resiko utuk mementor Paulus, oleh karena itu saya  menghimbau untuk kita mementor orang lain dalam proses pemuridan yang benar kearah Kristus suapaya kita menggenapi rencanaNya atas seluruh bumi yaitu   mengerjakan Amanah AgungNya yang luar biasa dan ajaib.

 

Bersambung…………..